Kurdi Suriah Bisa Berhenti Perangi ISIS jika Diserang Turki

Kompas.com - 21/12/2018, 20:11 WIB
Pemuda Kurdi Suriah ketika menggelar parade militer di Afrin (28/1/2018). AFP / DELIL SOULEIMANPemuda Kurdi Suriah ketika menggelar parade militer di Afrin (28/1/2018).

PARIS, KOMPAS.com - Pasukan Kurdi Suriah bisa menarik diri dari medan perang melawan Negara Islam Irak dan Suriah ( ISIS) jika diserang Turki.

Pernyataan itu diutarakan Ilham Ahmad, salah satu pimpinan Dewan Demokratik Suriah (SDC), sayap politik Pasukan Demokratik Suriah (SDF) di Paris, Perancis.

Dilansir AFP Jumat (21/12/2018), pimpinan SDC bertemu pejabat Perancis untuk membahas rencana Amerika Serikat ( AS) menarik pasukannya dari Suriah.

Baca juga: Kelompok Kurdi Suriah Siap Berdialog dengan Rezim Assad

Presiden AS Donald Trump Rabu (19/12/2018) mempertimbangkan menarik pasukan AS setelah mendeklarasikan kemenangan melawan ISIS.

Pihak SDF melihat keputusan mengejutkan itu sebagai kekalahan besar mengingat posisi mereka bakal rentan jika harus berhadapan dengan Turki.

Ahmad mengatakan, jajarannya bakal terus melanjutkan misi untuk melawan ISIS di Deir Ezzor. Namun, serangan itu bisa berhenti jika Turki menggempur mereka.

"Namun upaya memerangi terorisme itu bakal sulit jika kami harus mengerahkan pasukan kami ke perbatasan Turki dan menangkal apapun yang kami hadapi," tutur Ahmad.

Dia khawatir jika harus menghadapi Turki, maka ada potensi para penjaga penjara tempat anggota ISIS ditahan juga harus dikerahkan.

Jika itu terjadi, dia memperingatkan sekitar 1.000 anggota ISIS bisa melepaskan diri dari penjara mereka jika Turki melakukan serangan.

Riad Darar, salah satu pimpinan SDC lain sempat mendapat pertanyaan apakah dia bakal mempertimbangkan melepaskan tahanan ISIS.

"Tentu tidak. Namun saya khawatir kekacauan yang mungkin terjadi membuat kami tidak bisa melindungi penjara tempat mereka ditahan," jelas Darar.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berjanji bakal membasmi setiap anggota milisi Kurdi Suriah yang dia sebut "kelompok teroris" dari utara Suriah.

Ahmad melanjutkan, dia dan Darar datang ke Perancis untuk mendapatkan dukungan diplomatik guna mengembangkan dialog demi perdamaian di kawasan.

"Kami juga berharap Perancis juga mempertahankan pasukan mereka di kawasan hingga solusi politik ditemukan," lanjutnya.

Baca juga: Erdogan Umumkan Afrin Berhasil Direbut dari Milisi Kurdi Suriah

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X