Kompas.com - 18/03/2018, 19:41 WIB
Lima orang dari pasukan pemerintah Turki dan kelompok Tentara Pembebasan Suriah (FSA) membentangkan bendera Turki dan FSA setelah merebut Afrin dari tangan Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG) Minggu (18/8/2018). Twitter/@TSKGnkurLima orang dari pasukan pemerintah Turki dan kelompok Tentara Pembebasan Suriah (FSA) membentangkan bendera Turki dan FSA setelah merebut Afrin dari tangan Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG) Minggu (18/8/2018).

AFRIN, KOMPAS.com - Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan mengumumkan gabungan pasukan pemerintah dan kelompok Pasukan Pembebasan Suriah (FSA) berhasil merebut Afrin, Suriah.

Diberitakan Sky News dan AFP, Erdogan mengumumkan pencapaian militernya saat peringatan 103 tahun Pertempuran Gallipoli dalam Perang Dunia I.

"Unit dari FSA, yang dibantu oleh pasukan Turki, berhasil mengambil alih pusat kota Afrin pada pukul 08.30 pagi waktu setempat," kata Erdogan.

Pernyataan Erdogan diperkuat oleh beberapa anggota FSA membentangkan bendera Turki dan FSA di balkon sebuah gedung.

Baca juga : Lebih dari 30.000 Warga Sipil Tinggalkan Afrin dalam Sehari

Presiden 64 tahun itu kemudian menyindir kelompok Pasukan Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG), yang disebutnya pemberontak, lari ketakutan.

"Anggota FSA dan pasukan khusus kami tengah menyusuri kota untuk melumpuhkan perangkap yang mereka siapkan," koar Erdogan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Juru Bicara FSA Mohammad al-Hamadeen mengatakan, mereka menyerbu Afrin dari utara, timur, dan barat. "Tidak ada anggota YPG di sini. Mereka sudah pergi," tuturnya.

Namun, pernyataan Hamadeen dibantah oleh perwakilan YPG, Hadia Yousef, yang menegaskan mereka tidak melarikan diri.

Yousef berkata, mereka fokus untuk mengevakuasi penduduk sipil karena khawatir bakal terjadi pembantaian. "Pertempuran di Afrin masih berlangsung," tegasnya.

Sejak Jumat (16/3/2018), sekitar 200.000 orang memilih mengungsi dari Afrin setelah militer Turki makin gencar melancarkan serangan udara.

Lembaga Observasi HAM menyatakan, jet Turki membom rumah sakit utama dan Afrin pada Jumat, dan mengakibatkan puluhan orang tewas.

Sejak 20 Januari lalu, Erdogan mengumumkan serangan ke Afrin dengan operasi militer bernama "Tangkai Zaitun".

Afrin merupakan basis dari YPG, kelompok paramiliter yang dinggap Erdogan berhubungan dengan Partai Pekerja Kurdistan (PKK).

PKK merupakan organisasi yang dituding Turki melakukan aksi teror di perbatasan sejak 1984 silam.

Baca juga : Ketika Warga Sipil Kurdi Suriah di Afrin Ikut Berperang Melawan Turki



Sumber Sky,AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.