Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kompas.com - 21/12/2020, 14:13 WIB
Buruh migran pulang ke desa mereka selama karantina wilayah (lockdown) di New Delhi, India, Minggu (29/3/2020). Pemerintah India pada 24 Maret lalu mulai memberlakukan lockdown selama 21 hari di seluruh wilayah negara itu dalam upaya mengendalikan penyebaran COVID-19. ANTARA FOTO/XINHUA/JAVED DARBuruh migran pulang ke desa mereka selama karantina wilayah (lockdown) di New Delhi, India, Minggu (29/3/2020). Pemerintah India pada 24 Maret lalu mulai memberlakukan lockdown selama 21 hari di seluruh wilayah negara itu dalam upaya mengendalikan penyebaran COVID-19.

LAMBANG negara India setelah merdeka dari belenggu penjajahan Inggris terinspirasi Pilar Singa Ashoka yang kini disimpan di Museum Sarnath di dekat Varanasi, India.

Maharaja Ashoka mendirikan Pilar Singa Ashoka di Sarnath sekitar tahun 250 Sebelum Masehi untuk mengenang titik tempat Buddha Gautama pertama kali mengajarkan Dharma.

Di puncak tiang pilar berdiri saling membelakangi empat singa melambangkan kekuatan, keberanian, harga diri, dan keyakinan di atas landasan melingkar berukir empat satwa yang menjaga empat arah mata angin: singa di utara, gajah di timur, kuda di selatan, dan lembu di barat.

Baca juga: Puluhan Orang Tewas dalam Protes Petani di India

Landasan berbentuk teratai mekar melambangkan hulu sumber air kehidupan dan inspirasi kreatif. Berhias semboyan Satyameva Jayate dalam aksara Devanagari yang bermakna “Hanya Kebenaran yang Berjaya”.

Kerukunan umat beragama

Rakyat India yang mayoritas Hindu sepakat menobatkan Pilar Singa Ashoka sebagai lambang nasional Republik India, resmi sejak 26 Januari 1950.

Hakikat makna lambing India merupakan ungkapan kerukunan umat beragama di India yang sangat didambakan oleh Bapak Bangsa India yaitu Mahatma Gandhi.

Maka, Mahatma Gandhi sangat berduka ketika kemudian India terbelah tiga karena alasan agama menjadi India, Pakistan, dan Bangladesh.

Mahatma K. Gandhi dan Sarojini Naidu pada Salt March di India barat, Maret 1930.britannica.com Mahatma K. Gandhi dan Sarojini Naidu pada Salt March di India barat, Maret 1930.

Sampai masa kini Pakistan dengan India masih berseteru dengan alasan beda agama. Tentu saja Mahatma Gandhi makin sedih melihat di dalam negeri India sendiri masih terjadi permusuhan penuh kebencian antara umat Hindu dan umat Islam yang masih bermukim di India sebagai Tanah Kelahiran mereka.

Baca juga: Timah dan Nikel Ditemukan Dalam Darah Warga India yang Sakit Misterius

Prahara pertikaian antarumat beragama di Ayodhya yang masih berlarut sampai masa kini merupakan contoh kegagalan pewujudan semangat kerukunan umat beragama yang tersirat pada Pilar Singa Ashoka.

Sejarah

Sementara beberapa (tidak semua) sejarawan India mencoba mengubah data sejarah demi meruntuhkan citra Maharaja Ashoka yang dikenal sebagai raja yang arif bijaksana, toleran dan mempersatukan India untuk menjadi tokoh yang egois, haus kekuasaan, lalim, bengis dan sama sekali tidak toleran terhadap umat beragama beda dengan dirinya sendiri.

Apabila upaya peruntuhan citra Ashoka berhasil maka bukan tidak mungkin akan berdampak politis sehingga bukan mustahil bahwa lambang nasional India akan ditinjau kembali untuk resmi diganti dengan lambang negara yang tidak terlalu menjunjung tinggi harkat dan martabat Maharaja Ashoka.

Serta semboyan di landasan pilar Singa Ashoka perlu diganti menjadi “Hanya Kekuasaan Yang Berjaya”. Andaikata prahara itu benar-benar terjadi pada kenyataan maka dapat diyakini sanubari almarhum Mahatma Gandhi makin remuk-redam melihat bangsanya makin memecah-belah dirinya sendiri.

Suatu prahara yang wajib kita bersama cegah agar jangan sampai terjadi di bumi Indonesia kita tercinta ini. MERDEKA!



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X