Dinda Lisna Amilia
Dosen

Dosen Ilmu Komunikasi di Universitas 17 Agustus 1945, Surabaya.

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Kompas.com - 24/11/2020, 09:50 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

SELAIN Asia Tenggara, Asia Selatan menjadi negara yang beberapa kali mendapat serangan teroris. Salah satunya terjadi di Mumbai, India di tanggal yang sama 12 tahun yang lalu, yaitu 26 November 2008.

Serangan terencana ini dilakukan oleh Lashkar-e-Taiba, salah satu jaringan terror yang terpusat di Muridke, Pakistan, yang punya salah satu motif untuk mengambil provinsi Jammu dan Kashmir dari India.

Berlatar belakang konflik Jammu dan Kashmir dan beberapa gesekan antara muslim dan hindu di India, Lashkar-e-Taiba mengeksekusi serangan yang dimulai dengan berlayar dari Karachi, Pakistan ke Mumbai dengan merebut kapal penangkap ikan dengan membunuh nelayan pemilik kapal dan membuang tubuhnya ke laut.

Sesampainya di Mumbai Gate, rombongan berjumlah 10 teroris bersenjata tersebut menuju stasiun kereta Chhatrapati Shivaji, sesuai rencana mereka melakukan penembakan secara acak.

Teror di Stasiun yang berlangsung selama 90 menit ini menewaskan 58 orang dan melukai 104 korban di tempat. Stasiun Chhatrapati Shivaji memang menjadi stasiun padat tempat ribuan orang berlalu lalang setiap harinya.

Setelah itu, kelompok teroris berpencar untuk menembak di lokasi yang bebeda dalam waktu bersamaan. Tempat-tempat tersebut adalah sebuah bangunan milik kelompok Yahudi ultra-ortodoks yang bernama Nariman House, Chabad Lubavitch, restoran Leopold, Hotel Oberoi, dan Hotel Taj Mahal Palace and Tower, yang menjadi hotel mewah dan terkenal sejak 1903 yang sempat disinggahi orang-orang penting.

Belum berhenti, teror masih berlanjut di di dekat kantor koran Times of India di bagian selatan Kota Mumbai, Vidhan Sabha (majelis legislatif), dan beberapa tempat lain.

Bila dihitung, rentetan teror penembakan ini terjadi di delapan tempat dengan total 174 korban tewas (29 diantaranya bukan orang India), dan lebih dari 300 korban luka.

Mumbai, memang bukan kali pertama mendapatkan serangan teroris, namun kronologis penembakan yang terjadi pada 2008 tersebut melukai kemanusiaan dan menjadi mimpi buruk umat manusia.

Sekelompok orang dengan afiliasi yang mengatakan atas nama agama melakukan serangan yang menyiksa puluhan orang di tempat umum. Bila melihat di permukaan, yang tampak adalah serangan teroris muslim yang menyasar tempat-tempat dengan komunitas non-muslim.

Namun bila kita coba melihat lebih dalam, ada sentimen tersendiri antara Pakistan dan India yang sudah berkonflik sejak pasca-Perang Dunia II.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.