Dinda Lisna Amilia
Praktisi Pendidikan

Pengajar di Satuan Pendidikan Kerjasama (SPK) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Surabaya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Kompas.com - 24/11/2020, 09:50 WIB
Bendera Pakistan (kiri) dan bendera India (kanan). SHUTTERSTOCK/ SHIRINKIN YEVGENYBendera Pakistan (kiri) dan bendera India (kanan).

Sentimen tak berkesudahan

Sudut pandang sejarah akan memberikan kita referensi pemahaman lain. India, Pakistan, dan Bangladesh mulanya adalah satu wilayah.

Pada 1947, koloni Inggris memerdekakan dan memisahkan India dan Pakistan berdasarkan agama mayoritas yang dianut oleh masing-masing wilayah (Ferrell, 2003).

Sementara itu, Jammu dan Kashmir yang menjadi provinsi dengan otoritas sendiri diberi tiga opsi: bergabung dengan Pakistan, menjadi bagian dari India, atau tetap merdeka.

Walau ternyata Jammu dan Kashmir tidak memiliki militer sehingga mereka memilih untuk bergabung dengan India atau Pakistan, tergantung pada faktor-faktor seperti geografi, mayoritas agama, dan faktor lainnya (Pramanik dan Roy, 2014).

Pada 14 Agustus 1947, Inggris secara resmi memisahkan India dan Pakistan. Saat itu, Jammu dan Kashmir belum memilih keduanya.

Pemimpin Jammu dan Kashmir Maharaja Harry Singh bahkan mulai menjuluki wilayahnya sebagai "no man’s land" alias negara tak bertuan.

Namun tak lama setelah itu, Pakistan melakukan invasi ke Jammu dan Kashmir. Di situ lah Harry Singh mulai meminta perlindungan India untuk melawan Pakistan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

India hanya menyetujui bantuan militer dengan syarat, jika menang Jammu dan Kashmir akan menjadi bagian dari India. Maharaja menyepakatinya.

Dari sini, kita bisa melihat masalah Kashmir mewakili lebih banyak hal bagi India dan Pakistan daripada kepentingan strategis.

Ini adalah medan pertempuran identitas. Bagi India sekuler, ini adalah cara untuk membuktikan bahwa wilayah mayoritas Muslim bisa menjadi bagian dari India yang memang heterogen.

Sedangkan bagi Pakistan, merebut Jammu dan Kashmir adalah cara untuk terus memperkuat identitasnya sebagai negara Muslim (Cohen, 2003).

Sejarah ini mengakar menjadi sentimen, laten, lalu menjadi manifestasi dalam bentuk kekerasan lain seperti konflik perbatasan, gencatan senjata yang terus memakan korban, hingga serangan terorisme mengerikan yang salah satunya terjadi di Mumbai pada 2008 tersebut.

Pada akhirnya, kita sendiri bisa mempersepsi apakah membalas dendam masa lalu setimpal dengan pengatasnamaaan agama?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.