Ledakan Bom Hantam Tim Vaksin Polio di Pakistan

Kompas.com - 18/02/2020, 15:48 WIB
Ilustrasi bom. ShutterstockIlustrasi bom.

PESHAWAR, KOMPAS.com - Seorang polisi tewas terbunuh pada Selasa (18/02/2020) akibat ledakan bom pinggir jalan yang menargetkan para pekerja vaksin polio di Pakistan Barat Daya. Dua orang lainnya dikabarkan luka-luka.

Serangan tersebut datang setelah Islamabad meluncurkan dorongan anti-polio nasional yang bertujuan untuk mengimunisasi puluhan juta anak-anak di Pakistan.

Yakni salah satu dari tiga negara (bersamaan dengan Afghanistan dan Nigeria) yang memiliki penyakit melumpuhkan dan endemik ini.

Baca juga: Ayah di Suriah Ini Ajari Anaknya Tertawa Setiap Dengar Ledakan Bom

Lawan dari penyuntikan ini tumbuh setelah CIA mengorganisasikan vaksin palsu untuk menjatuhkan kepala Al-Qaeda, Osama bin Laden di Abbottabad.

Berdasarkan Kapten Wahid Mehmood, seorang polisi lokal, sebuah van memonitor tim polio yang terkena ledakan bom di pinggir kota Dera Ismail Khan.

"Ledakannya berupa IEC (Improvised Explosive Device) yang menewaskan satu dari tim polisi kami. Dua orang lainnya luka-luka." Ujar Mehmood seperti yang dilansir dari AFP.

Sadaqat Khan, seorang polisi lokal juga mengonfirmasi berita tersebut. Sampai saat ini belum ada klaim dari pihak manapun. Namun Taliban dan pihak militan lainnya pernah menargetkan tim vaksin polio di masa lampau.

Baca juga: Lansia Korban Ledakan Bom Rakitan di Bengkulu Alami Luka di Kaki

Kampanye vaksin polio nasional menargetkan vaksinasi kepada 39 juta anak. Sampai pada hari ini, serangan terkait penolakan terhadap vaksin polio di Pakistan sudah berjumlah setidaknya 17 kasus sepanjang awal 2020.

Padahal pada 2019, angka kasus polio meningkat dari 12 ke 144. Meski warga Pakistan mencoba untuk mengurangi angka kasus polio, tantangannya justru berada dari dalam negeri yakni adanya gerakan menolak vaksinasi.

Fenomena ini telah menarik perhatian publik karena didorong oleh klaim medis yang tidak berdasar dan menyebar di sosial media.

Hal ini mengakibatkan maraknya penyakit sangat menular dan penyakit sekali menular di masyarakat.



Sumber AFP
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X