Kelompok Kurdi Suriah Siap Berdialog dengan Rezim Assad

Kompas.com - 07/06/2018, 13:50 WIB
Pemuda Kurdi Suriah ketika menggelar parade militer di Afrin (28/1/2018). AFP / DELIL SOULEIMANPemuda Kurdi Suriah ketika menggelar parade militer di Afrin (28/1/2018).

DAMASKUS, KOMPAS.com - Kelompok Kurdi yang menguasai wilayah Suriah timur laut menyatakan siap untuk mengadakan pembicaraan dengan rezim Bashar Al- Assad guna membahas masa depan daerah itu.

Melansir The New Arab, kelompok politik Front Demokratik Suriah yang dekat dengan pemerintah telah mengunjungi pemerintahan pimpinan Kurdi untuk membahas rencana dialog dengan rezim Assad.

Wacana dialog tersebut muncul usai Turki dan AS menyepakati rencana penyelesaian sengketa atas kota Manbij di Suriah utara yang selama ini dikendalikan kelompok Kurdi yang didukung AS, sekutu utama Washington yang turut membantu mengusir ISIS dari Suriah.

"Tujuannya adalah untuk mengembangkan solusi antar-Suriah dan menutup pintu konflik dan juga perang," kata Aldar Khalil, pejabat senior Kurdi, Rabu (6/6/2018).

Baca juga: Ketika Warga Sipil Kurdi Suriah di Afrin Ikut Berperang Melawan Turki

Saat ini dipandang menjadi waktu yang tepat untuk berdialog dengan pemerintah Suriah, karena rezim Assad juga menentang kesepakatan Turki dengan AS atas kota Manbij.

Pemerintahan yang dipimpin Kurdi saat ini tengah dalam tekanan untuk mengklarifikasi hubungannya dengan Damaskus, usai Presiden AS Donald Trump berjanji menarik pasukannya dari Suriah.

"Kami memiliki impian untuk mengakhiri peperangan. Kami ingin menyelamatkan rencana pemerintahan kami sendiri dan Amerika peduli akan hal itu juga," kata Ilham Ahmed, wakil ketua Dewan Demokratik Suriah yang didukung AS.

Belum ada tanggapan dari Damaskus terkait pernyataan kelompok Kurdi tersebut. Namun dalam dialog sebelumnya antara Kurdi Suriah dengan Damaskus yang disponsori Rusia tidak tercapai kesepakatan.

Sebelumnya, Perdana Menteri Turki Binali Yildrim mengatakan, dengan kesepakatan atas kota Manbij dengan AS maka Ankara akan sukses menghapuskan ancaman teror dari daerah perbatasan sepanjang 250 kilometer yang membentang dari barat Sungai Eufrat hingga Laut Tengah.

Baca juga: Turki Peringatkan Pasukan Kurdi untuk Segera Tinggalkan Kota Manbij

Kesepakatan bersama antara Turki-AS membayangkan patroli gabungan kedua negara di sekitar kota Manbij setelah mundurnya milisi Kurdi.

Namun kesepakatan itu juga berpeluang memaksa penataan kembali pasukan di sepanjang perbatasan Suriah dengan Turki sekaligus mengecilkan wilayah yang kini dikendalikan Pasukan Demokratik Suriah pimpinan Kurdi yang didukung AS.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X