Kompas.com - 07/06/2018, 13:50 WIB

DAMASKUS, KOMPAS.com - Kelompok Kurdi yang menguasai wilayah Suriah timur laut menyatakan siap untuk mengadakan pembicaraan dengan rezim Bashar Al-Assad guna membahas masa depan daerah itu.

Melansir The New Arab, kelompok politik Front Demokratik Suriah yang dekat dengan pemerintah telah mengunjungi pemerintahan pimpinan Kurdi untuk membahas rencana dialog dengan rezim Assad.

Wacana dialog tersebut muncul usai Turki dan AS menyepakati rencana penyelesaian sengketa atas kota Manbij di Suriah utara yang selama ini dikendalikan kelompok Kurdi yang didukung AS, sekutu utama Washington yang turut membantu mengusir ISIS dari Suriah.

"Tujuannya adalah untuk mengembangkan solusi antar-Suriah dan menutup pintu konflik dan juga perang," kata Aldar Khalil, pejabat senior Kurdi, Rabu (6/6/2018).

Baca juga: Ketika Warga Sipil Kurdi Suriah di Afrin Ikut Berperang Melawan Turki

Saat ini dipandang menjadi waktu yang tepat untuk berdialog dengan pemerintah Suriah, karena rezim Assad juga menentang kesepakatan Turki dengan AS atas kota Manbij.

Pemerintahan yang dipimpin Kurdi saat ini tengah dalam tekanan untuk mengklarifikasi hubungannya dengan Damaskus, usai Presiden AS Donald Trump berjanji menarik pasukannya dari Suriah.

"Kami memiliki impian untuk mengakhiri peperangan. Kami ingin menyelamatkan rencana pemerintahan kami sendiri dan Amerika peduli akan hal itu juga," kata Ilham Ahmed, wakil ketua Dewan Demokratik Suriah yang didukung AS.

Belum ada tanggapan dari Damaskus terkait pernyataan kelompok Kurdi tersebut. Namun dalam dialog sebelumnya antara Kurdi Suriah dengan Damaskus yang disponsori Rusia tidak tercapai kesepakatan.

Sebelumnya, Perdana Menteri Turki Binali Yildrim mengatakan, dengan kesepakatan atas kota Manbij dengan AS maka Ankara akan sukses menghapuskan ancaman teror dari daerah perbatasan sepanjang 250 kilometer yang membentang dari barat Sungai Eufrat hingga Laut Tengah.

Baca juga: Turki Peringatkan Pasukan Kurdi untuk Segera Tinggalkan Kota Manbij

Kesepakatan bersama antara Turki-AS membayangkan patroli gabungan kedua negara di sekitar kota Manbij setelah mundurnya milisi Kurdi.

Namun kesepakatan itu juga berpeluang memaksa penataan kembali pasukan di sepanjang perbatasan Suriah dengan Turki sekaligus mengecilkan wilayah yang kini dikendalikan Pasukan Demokratik Suriah pimpinan Kurdi yang didukung AS.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.