Kompas.com - 22/02/2020, 13:51 WIB

Tetapi dengan lebih banyak anggota gereja daripada tempat yang tersedia di surga, mereka dikatakan harus bersaing untuk mendapatkan tempat di surga dan mengejar orang yang insaf secara berkelanjutan dan rahasia.

Presiden Moon Jae-in pada hari Jumat menyerukan "penyelidikan menyeluruh" dari semua orang yang menghadiri upacara pemakaman dan Shincheonji.

Pemerintah pusat pada Jumat (21/02/2020) telah mendeklarasikan Daegu dan Cheongdo sebagai "zona manajemen khusus", dengan Perdana Menteri Chung Sye-kyun mengatakan wilayah itu akan didukung oleh tenaga medis, tempat tidur dan peralatan juga pertemuan kabinet sebanyak tiga kali seminggu untuk membahas wabah tersebut.

Pihak berwenang di Seoul melarang demonstrasi di tiga lokasi utama dengan alasan kesehatan dan keselamatan.

Garnisun tentara AS di Daegu, sebuah benteng pertahanan kota, yakni tempatnya sekitar 10 ribu tentara, warga sipil dan anggota keluarga tinggal atau bekerja - telah membatasi akses dan menginstruksikan pasukan Amerika yang baru-baru ini menghadiri layanan Shincheonji ke karantina sendiri.

Baca juga: Penularan Virus Corona Mulai dari Darah, Tinja Sampai Aerosol

Shincheonji menawarkan permintaan maaf, menangguhkan layanan ibadah dan pertemuan di seluruh dunia.

"Kami sangat menyesal bahwa karena salah satu anggota kami, yang menganggap kondisinya sebagai pilek karena dia tidak bepergian ke luar negeri, menyebabkan banyak orang di gereja kami terinfeksi dan dengan demikian menimbulkan kekhawatiran kepada masyarakat setempat," katanya dalam sebuah pernyataan. 

Tetapi pemimpinnya, Lee, mengatakan kepada para pengikutnya bahwa wabah itu "disebabkan oleh Iblis" dan membandingkannya dengan kisah dalam Alkitab tentang pengujian terhadap Nabi Ayub.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.