Serangan Turki atas Kurdi Suriah Dimulai, 2 Warga Sipil Tewas

Kompas.com - 09/10/2019, 23:14 WIB
Seorang perempuan berjalan dengan di belakangnya kepulan asap hitam terlihat menyusul serangan yang dilakukan Turki terhadap Kurdi di Ras al-Ain di Provinsi Hasakeh, Suriah, yang berbatasan langsung dengan Turki pada 9 Oktober 2019. AFP/DELIL SOULEIMANSeorang perempuan berjalan dengan di belakangnya kepulan asap hitam terlihat menyusul serangan yang dilakukan Turki terhadap Kurdi di Ras al-Ain di Provinsi Hasakeh, Suriah, yang berbatasan langsung dengan Turki pada 9 Oktober 2019.

DAMASKUS, KOMPAS.com - Sebanyak dua warga sipil dilaporkan tewas setelah Turki resmi menggelar serangan atas Kurdi di utara Suriah.

Kabar itu disampaikan oleh pusat operasi militer dan koordinasi Pasukan Demokratik Suriah (SDF), dilaporkan AFP Rabu (9/10/2019).

"Dua warga sipil tewas, dua lainnya cedera dalam serangkaian pengeboman Turki di desa berlokasi barat dari area perbatasan Ras al-Ain," jelas SDF.

Baca juga: Erdogan: Operasi Turki Melawan Kurdi Suriah Sudah Dimulai


Milisi yang dipimpin Kurdi Suriah itu melaporkan adanya "bombardir intens" dari jet tempur Ankara di desa sipil dan pos militer Ras al-Ain, Tal Abyad, Qamishli, dan Ain Issa.

Dikatakan juga bahwa 25 jet tempur Turki berpartisipasi dalam fase awal serangan, dan menjatuhkan bomnya total di 16 target seantero perbatasan.

SDF menyerukan agar AS dan sekutunya di kawasan untuk menerapkan zona larangan terbang guna menghentikan serangan atas orang-orang tak bersalah.

Selain itu, SDF juga mengungkapkan pemboman tersebut sudah menyebabkan serangkaian eksodus massal dari masyarakat dekat perbatasan.

Di Ras al-Ain misalnya. Terlihat warga berbondong-bondong membawa barang di tengah kepulan asap yang membubung, demikian laporan AFP.

Sepeda motor dan kendaraan penuh warga sipil mengalir keluar dari daerah tersebut, dengan suara ledakan terdengar di bebera bagian.

Sebelumnya, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengumumkan pemerintahannya memulai Operation Peace Spring dibantu kelompok pemberontak yang mereka dukung.

Dalam keterangannya di Twitter, Erdogan menegaskan operasi itu menargetkan Kurdi serta kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

"Misi kami adalah mencegah terbentuknya koridor teror di seantero perbatasan selatan kami, dan membawa perdamaian di area," tegasnya.

Serangan itu jelas mengejutkan dunia, dengan Perancis melalui Menteri Hubungan Eropa Amelie de Montchalin melontarkan kecaman.

Kemudian pemerintah Belanda memutuskan memanggil Duta Besar Turki, dengan Dewan Keamanan PBB bakal menggelar pertemuan darurat Kamis (10/10/2019).

Baca juga: Menurut Erdogan, Menyerang Kurdi Suriah Bakal Memberi Perdamaian

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ayah di Suriah yang Ajari Anaknya Tertawa Saat Dengar Ledakan Bom: Suatu Hari, Dia Akan Tahu Ini Suara Kematian

Ayah di Suriah yang Ajari Anaknya Tertawa Saat Dengar Ledakan Bom: Suatu Hari, Dia Akan Tahu Ini Suara Kematian

Internasional
Erdogan Ancam Bakal Serang Suriah, Begini Peringatan Rusia

Erdogan Ancam Bakal Serang Suriah, Begini Peringatan Rusia

Internasional
Jika Suriah Tak Tarik Pasukannya, Erdogan Ancam Gelar Operasi Militer 'Secepatnya'

Jika Suriah Tak Tarik Pasukannya, Erdogan Ancam Gelar Operasi Militer "Secepatnya"

Internasional
Mantan PM Australia Sebut Ada Pejabat Malaysia Yakin Pilot Malaysia Airlines MH370 Bunuh Diri

Mantan PM Australia Sebut Ada Pejabat Malaysia Yakin Pilot Malaysia Airlines MH370 Bunuh Diri

Internasional
Pemerintah China Sebut Tindakan AS Curigai Medianya Tak Bisa Diterima

Pemerintah China Sebut Tindakan AS Curigai Medianya Tak Bisa Diterima

Internasional
Strategi China Atasi Virus Corona Dianggap Tepat oleh WHO

Strategi China Atasi Virus Corona Dianggap Tepat oleh WHO

Internasional
Tutup Perbatasan, Rusia Larang Warga China Masuk Negaranya

Tutup Perbatasan, Rusia Larang Warga China Masuk Negaranya

Internasional
WHO Puji Singapura Terkait Penanganan Virus Corona

WHO Puji Singapura Terkait Penanganan Virus Corona

Internasional
Korea Selatan Konfirmasi Lonjakan Kasus Korban Infeksi Virus Corona Sebanyak 50 Persen

Korea Selatan Konfirmasi Lonjakan Kasus Korban Infeksi Virus Corona Sebanyak 50 Persen

Internasional
WNI Penderita Virus Corona di Singapura Dinyatakan Sembuh

WNI Penderita Virus Corona di Singapura Dinyatakan Sembuh

Internasional
Perawat, Orangtua, dan Saudaranya Meninggal di Wuhan akibat Virus Corona

Perawat, Orangtua, dan Saudaranya Meninggal di Wuhan akibat Virus Corona

Internasional
Inggris Bakal Larang Pekerja yang Tak Bisa Bahasa Inggris dan Tidak Terampil

Inggris Bakal Larang Pekerja yang Tak Bisa Bahasa Inggris dan Tidak Terampil

Internasional
Iran Sebut Trump Tidak Berani Perang, Takut Kalah Pilpres

Iran Sebut Trump Tidak Berani Perang, Takut Kalah Pilpres

Internasional
Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess yang Negatif Virus Corona Keluar

Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess yang Negatif Virus Corona Keluar

Internasional
AS Curigai 5 Media China di Bawah Kendali Beijing

AS Curigai 5 Media China di Bawah Kendali Beijing

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X