Kompas.com - 11/07/2018, 09:05 WIB
Petugas keamanan Pakistan berkumpul di lokasi bom bunuh diri di Peshawar pada Selasa (10/7/2018). (AFP/Abdul Majeed) Petugas keamanan Pakistan berkumpul di lokasi bom bunuh diri di Peshawar pada Selasa (10/7/2018). (AFP/Abdul Majeed)

PESHAWAR, KOMPAS.com - Serangan bom bunuh diri di acara kampanye partai penentang Taliban dalam pemilihan umum Pakistan menewaskan 13 orang, termasuk seorang politisi sekaligus kandidat dari Partai Nasional Awami (ANP), Haroon Bilour.

Bom bunuh diri meledak pada Selasa (10/7/2018) di kota Peshawar, Pakistan, yang sudah lama menjadi target militan karena paling berani menentang kelompok ekstremis seperti Taliban.

Tidak ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas peristiwa tersebut. Namun, kecurigaan mengarah pada kelompok Taliban di Pakistan yang kerap menyerang politisi.

Baca juga: Menlu AS Desak Pembicaraan Damai Afghanistan dengan Taliban

"Serangan menewaskan sekitar 13 orang, termasuk Haroon Bilour," kata kepala polisi kota Peshawar, Qazi Jameel, kepada AFP.

Selain menewaskan 13 orang, bom juga melukai sedikitnya 54 orang.

"Berdasarkan penyelidikan awal, itu merupakan serangan bunuh diri dan Haroon Bilour merupakan target," kata seorang petugas polisi, Shafqat Malik.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Serangan itu menimbulkan kekhawatiran tentang keamanan para kandidat yang ikut dalam pemilihan umum pada 25 Juli 2018.

The New York Times mewartakan, Haroon Bilour berasal dari keluarga politisi terkemuka di Peshawar. Dia mencalonkan diri sebagai dewan perwakilan provinsi.

Ayah Bilour, Bashir Ahmad Bilour, merupakan seorang politikus penting dan pernah menjabat menteri provinsi senior. Dia tewas dalam serangan bunuh diri oleh Taliban pada 2013.

Partainya, ANP, adalah penentang utama Taliban sehingga menjadi target utama dari kelompok tersebut. Dalam 10 tahun terakhir, setidaknya 700 anggota ANP dan beberapa pemimpinnya tewas.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.