Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 30/06/2018, 19:47 WIB

KABUL, KOMPAS.com - Pasukan keamanan Afghanistan kembali melancarkan operasi ofensif terhadap Taliban, menyusul berakhirnya periode gencatan senjata sepihak yang diumumkan pemerintah sejak menjelang Idul Fitri.

Presiden Afghansitan Ashraf Ghani, pada Sabtu (30/6/2018) mengumumkan berakhirnya gencatan senjata yang berlangsung selama 18 hari setelah diperpanjang satu kali dan menyatakan 98 persen berhasil.

"Gencatan senjata telah berakhir. Pasukan keamanan Afghanistan diizinkan untuk memulai kembali operasi militer mereka," kata Ghani kepada wartawan.

Baca juga: Ketika Militer Afghanistan dan Taliban Rayakan Idul Fitri Bersama

Selama berlangsungnya gencatan senjata sepihak yang sempat bersamaan dengan gencatan senjata oleh Taliban, rakyat Afghanistan telah merasakan tiga hari tanpa pertempuran yang belum pernah terjadi sejak konflik selama 17 tahun.

Momen yang terjadi selama perayaan Idul Fitri itu memberi kebahagiaan diseuruh penjuru negeri dengan anggota Taliban dan pasukan keamanan Afghanistan berkumpul bersama.

Mereka menari, saling berpelukan bahkan berfoto bersama.

Situasi tersebut sesaat memberi harapan akan dorongan baru untuk dilakukannya pembicaraan damai.

Presiden Ghani mengatakan, gencatan senjata menunjukkan bahwa mayoritas gerilyawan menginginkan perdamaian.

"Kini giliran Taliban untuk memberikan respon positif. Saya siap memperpanjang gencatan senjata kapan saja jika Taliban siap," ujarnya dalam konferensi pers.

Namun para pemimpin Taliban, pada Minggu (30/6/2018), justru kembali memerintahkan kepada anggotanya untuk segera kembali ke posisi masing-masing.

Taliban telah sejak Selasa pekan lalu memerintahkan melanjutkan kembali perang melawan pemerintah dan pendukung asing mereka.

Kelompok gerilyawan menolak permintaan pemerintah untuk memperpanjang gencatan senjata mereka dan langsung melancarkan serangan ke seluruh negeri.

Baca juga: Taliban Tak Ingin Perpanjang Masa Gencatan Senjata

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Sumber AFP
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.