Kompas.com - 09/07/2018, 22:35 WIB

KABUL, KOMPAS.com - Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo menyampaikan dukungan dari pemerintahannya kepada Presiden Afghanistan Ashraf Ghani untuk memulai pembicaraan damai dengan Taliban.

Pernyataan tersebut disampaikan Pompeo dalam kunjungan mendadaknya ke Afghanistan, Senin (9/7/2018). Pompeo juga menegaskan kesediaan pemerintah AS untuk ikut bergabung dalam proses pembicaraan damai tersebut.

Sebelumnya, Pompeo baru saja merampungkan rangkaian kunjungan ke negara-negara Asia, termasuk Korea Utara dan Vietnam. Kunjungan ke Afghanistan juga menjadi kali pertama dilakukan Pompeo sejak menjabat selaku menteri luar negeri.

Baca juga: Ke Korut, Menlu AS Bawa CD Lagu Elton John ke Kim Jong Un

Pompeo mengulang pernyataan yang disampaikan Presiden Donald Trump tahun lalu untuk mengirim tambahan pasukan ke medan pertempuran guna meningkatkan tekanan terhadap Taliban dan mendorong mereka ke meja perundingan.

Presiden Ghani pada awal tahun ini telah mencoba menawarkan pembicaraan damai tanpa syarat dengan Taliban. Menurutnya, perlu untuk mengambil tindakan dengan berhati-hati.

"Jika kita berpikir dalam satu hari dapat mengakhiri krisis yang telah berlangsung selama 40 tahun, maka kita telah berpikir tidak realistis," kata Presiden Ghani.

Taliban, yang sempat menjalankan masa gencatan senjata dengan pasukan Afghanistan selama tiga hari perayaan Idul Fitri, selalu tegas menolak tawaran negosiasi dengan Presiden Ghani. Mereka juga menuntut penarikan masukan internasional dari wilayah Afghanistan.

Kendati terus mendapat penolakan dari Taliban, Pompeo juga terus menegaskan kesiapan AS untuk turut berperan secara langsung dalam negosiasi dengan Taliban.

Taliban menolakk bernegosiasi dengan pemerintahan Ghani yang mereka anggap sebagai pemerintahan dukungan Barat yang tidak sah, serta menuntut pembicaraan langsung dengan Washington.

Pompeo mengatakan, proses perdamaian akan tetap dipimpin Afghanistan, namun menambahkan, AS selalu siap berpartisipasi untuk membantu memecahkan perbedaan dan menyebut dukungan dari negara tetangga juga diperlukan.

"Kami melihat pertanda baik dari banyak rekan-rekan negara regional," ujar Pompeo.

Baca juga: Menlu AS Bantah Pakai Cara Mafia Tekan Korut Lakukan Denuklirisasi

Dalam kunjungan dadakan tersebut, Pompeo juga mendiskusikan rencana Afghanistan yang akan menggelar pemilihan pada bulan Oktober mendatang, dilanjutkan pemilihan presiden pada awal tahun depan, di tengah ketegangan antara pemimpin regional yang kuat dengan Ghani.

Pompeo mengharapkan akan adanya penurunan kekerasan di negara tersebut jelang dilangsungkannya pemilihan. Namun hal itu tampaknya juga tidak mendapat dukungan dari Taliban.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.