Walau Sudah Berdamai dengan AS, Taliban Masih Jadi Momok Perempuan Afghanistan

Kompas.com - 01/03/2020, 15:20 WIB
Foto yang dirilis pada 22 Juli 2019 memperlihatkan anak-anak sekolah di Afghanistan tengah pulang sekolah di SMP Papen yang hancur di distrik Deh Bala, Provinsi Nangarhar. AFP/NOORULLAH SHIRZADAFoto yang dirilis pada 22 Juli 2019 memperlihatkan anak-anak sekolah di Afghanistan tengah pulang sekolah di SMP Papen yang hancur di distrik Deh Bala, Provinsi Nangarhar.

KABUL, KOMPAS.com - Keluarnya tentara Amerika Serikat (AS) dari Afghanistan membuka lagi pintu bagi Taliban untuk jadi momok perempuan Afghanistan.

Diberitakan oleh kantor berita AFP, sejumlah wanita di Afghanistan cemas akan kehilangan kebebasan yang mereka peroleh dengan susah payah belakangan ini.

Pasukan Taliban sempat berkuasa sekitar lima tahun di Afghanistan hingga invasi AS tahun 2001.

Mereka memerintah Afghanistan dengan tangan besi, mengubah perempuan jadi tahanan virtual di bawah interpretasi ketat hukum syariah.

Jatuhnya Taliban langsung mengubah kehidupan perempuan Afghanistan, terutama di daerah perkotaan seperti Kabul daripada di area pedesaan.

Berikut ini adalah beberapa kisahnya, yang disarikan dari AFP.

Baca juga: Resmi Tanda Tangani Kesepakatan dengan Taliban, Menlu AS: Ini Hari Penting

1. Bingung menghidupi keluarga

Di bawah kekuasaan Taliban, perempuan dilarang menimba ilmu di institusi pendidikan atau mencari pekerjaan. Hak-hak tersebut kini sudah dilindungi oleh para profesional perempuan Afghanistan.

Contohnya di bagian barat Kota Herat, pramuniaga bernama Setara Akrimi (32) berkata pada AFP, "Aku akan sangat senang jika perdamaian datang dan Taliban berhenti membunuh rakyat kami."

"Tetapi jika Taliban kembali berkuasa... dengan mentalitas lama mereka, itu akan jadi masalah," ucap janda beranak tiga tersebut.

"Jika mereka menyuruh saya duduk di rumah, saya tidak akan dapat menghidupi keluarga saya," lanjutnya.

"Ada ribuan wanita seperti saya di Afghanistan, kita semua khawatir." pungkas Setara.

Baca juga: Perjanjian Damai AS-Taliban, Ini 4 Poin yang Perlu Anda Ketahui

2. Tidak ada perubahan mentalitas di Taliban

Kegelisahan serupa juga diungkapkan Tahera Rexai di Kabul. Dia khawatir kedatangan Taliban akan memengaruhi hak-hak kaum hawa di Afghanistan.

"Kedatangan Taliban akan memengaruhi hak perempuan untuk bekerja, kebebasan, dan kemerdekaan."

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X