Kompas.com - 01/03/2020, 14:59 WIB

 

NEW DELHI, KOMPAS.com - Karena bentrok antara warga Hindu dan Muslim di sebagian wilayah Delhi, India, pasangan Hindu ini mulanya terpaksa membatalkan pernikahan mereka.

Savitri Prasad (23) telah memakai gaun pernikahannya. Kedua tangannya telah terukir henna berwarna merah marun dan kulitnnya telah dibersihkan dengan kunyit namun dia malah menangis karena kerusuhan terjadi di hari pernikahannya.

Ayah Savitri sedih melihat sang anak menangis. Dia kemudian mengatur pernikahan putrinya dilaksanakan pada keesokan hari yakni Rabu (25/02/2020) dengan meyakinkan putrinya kalau tetangga mereka yang muslim sudah selayaknya keluarga dan mereka merasa tenang dengan kehadiran mereka.

"Saudara kami yang beragama Islam telah melindungi kami hari ini," ujar Savitri kepada REUTERS.

Baca juga: Kisah Heroik Polisi India: Lintasi Batas Negara secara Ilegal demi Selamatkan Warga Sipil

Ritual pernikahan dilangsungkan di rumah Savitri. Sebuah rumah kecil yang terbuat dari batu bata dan berada di gang sempit distrik Chand Bagh.

Beberapa langkah dari rumah Savitri, tampak bekas bentrok, mobil dan toko-toko yang dicorat-coret, masjid dibakar dan batu kerikil bekas saling lempar memenuhi jalanan.

Sebanyak 32 orang terbunuh dari peristiwa bentrok di Chand Bagh dan beberapa wilayah di ibukota.Ratusan orang Hindu dan Muslim terluka. Bentrok itu merupakan perselisihan sektarian terburuk di ibukota India sepanjang dekade.

Ayah Savitri, Bhoday Prasad, juga angkat bicara tentang kondisi kerusuhan di negaranya. Dia hanya bisa melihat asap ketika keluar dari rumahnya.

"Ini menyedihkan. Kami hanya ingin perdamaian." Selama ini, Bhoday Prasad tinggal di kawasan muslim tanpa pernah mengalami masalah.

"Kami tidak tahu siapa dalang di balik bentrok ini, tapi mereka bukan tetangga kami," ujar Bhoday, "tidak ada permusuhan antara Hindu dan Muslim di sini."

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.