Walau Sudah Berdamai dengan AS, Taliban Masih Jadi Momok Perempuan Afghanistan

Kompas.com - 01/03/2020, 15:20 WIB
Foto yang dirilis pada 22 Juli 2019 memperlihatkan anak-anak sekolah di Afghanistan tengah pulang sekolah di SMP Papen yang hancur di distrik Deh Bala, Provinsi Nangarhar. AFP/NOORULLAH SHIRZADAFoto yang dirilis pada 22 Juli 2019 memperlihatkan anak-anak sekolah di Afghanistan tengah pulang sekolah di SMP Papen yang hancur di distrik Deh Bala, Provinsi Nangarhar.

"Saya tidak takut. Siapa Taliban? Mereka adalah saudara kita," kata gadis berusia 17 tahun itu pada AFP.

"Kita semua orang Afghanistan dan menginginkan perdamaian," tuturnya dengan tegas.

Lebih jauh Parwana menambahkan, "Generasi muda telah berubah, dan tidak akan membiarkan Taliban menegakkan ideologi lama mereka pada kita."

Baca juga: Jika Mulus, AS Bakal Tanda Tangani Kesepakatan dengan Taliban pada 29 Februari

5. Tidak ingin perdamaian

Bagi mereka yang menanggung beban berat dari keberingasan pemberontak, ada keraguan bahwa Taliban akan berubah dan justru akan kembali membawa mimpi buruk.

Uzra, seorang pekerja pabrik di etnis minoritas di Hazara, menangis ketika menceritakan kehidupannya sebagai seorang ibu muda.

Dia sendirian di rumah bersama anak-anaknya ketika Taliban fundamentalis Sunni tiba di desanya.

"Saya masih ingat dengan jelas hari itu... Mereka membantai semua pria, dan datang ke rumah saya," ungkap perempuan berusia 40 tahun itu, yang enggan memberi nama lengkapnya.

Para militan mengancam akan memenggal putrinya yang saat itu berusia tiga tahun, di rumahnya di Provinsi Bamiyan Tengah.

Baca juga: Trump: Perjanjian Damai dengan Taliban Semakin Dekat

Keluarganya selamat dan melarikan diri ke Pakistan, tetapi suaminya cacat dan trauma akibat pemukulan brutal yang dideritanya.

"Sampai hari ini, ketika ada kata 'Taliban; muncul, dia mulai menangis," ucap Uzra merujuk ke kondisi suaminya.

"Semua orang menginginkan perdamaian, tetapi tidak jika Taliban kembali. Saya tidak ingin yang disebut perdamaian ini," pungkasnya.

Baca juga: Taliban Kirim Ultimatum kepada AS, Apa Isinya?

Halaman:


Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X