Kompas.com - 29/02/2020, 18:26 WIB
Perempuan dan anak-anak terlihat di luar tenda di kamp Furat (Efrat) untuk orang-orang yang kehilangan tempat tinggal dari Deir Ezzor, sebelah utara kota Kafr Dariyan di provinsi utara Idlib, Suriah. Foto diambil pada 27 November 2017. Ibrahim Yasouf / AFPPerempuan dan anak-anak terlihat di luar tenda di kamp Furat (Efrat) untuk orang-orang yang kehilangan tempat tinggal dari Deir Ezzor, sebelah utara kota Kafr Dariyan di provinsi utara Idlib, Suriah. Foto diambil pada 27 November 2017.

Mengapa Turki izinkan pengungsi Suriah ke Eropa?

Negara yang terbagi ke benua Asia dan Eropa ini sudah menampung 3,7 juta pengungsi Suriah, serta pengungsi dari negara lain seperti Afghanistan.

Sebelumnya, Turki melarang para pengungsi menuju Eropa karena ada perjanjian dengan Uni Eropa.

Perjanjian yang disepakati pada 18 Maret 2016 itu berisi larangan pengungsi masuk wilayah Uni Eropa.

Dengan perjanjian ini, Turki setuju menangani pengungsi yang memasuki Yunani, dan mengirim migran legal ke Uni Eropa.

Sebagai imbalannya, Uni Eropa memberi Turki 6 miliar euro, sekitar Rp 85,8 triliun, dan memberi akses bebas visa ke warga negara Turki pada Juni 2016 jika memenuhi 72 syarat.

Baca juga: 33 Tentaranya Tewas, Serangan Balasan Turki Bunuh 16 Serdadu Suriah

TV Turki menunjukkan para pengungsi berjalan kaki ke perbatasan Yunani di dekat kota Edirne, kemudian lebih jauh ke selatan naik kapal menyeberangi Lesbos.

Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis mengatakan, "sejumlah besar" pengungsi telah berkumpul di perbatasan, tetapi dia menekankan "pengungsi ilegal tidak akan ditoleransi".

"Keamanan di darat dan laut telah diperketat," katanya dikutip dari BBC.

Direktur Komunikasi Turki, Fahrettin Altun, mengatakan para pengungsi itu sekarang juga merupakan masalah Eropa dan dunia.

Dikutip dari BBC, Altun berkata Turki "tidak punya pilihan" selain melonggarkan penjagaan perbatasan, karena tidak mendapat cukup dukungan untuk menampung pengungsi Suriah.

Baca juga: Wabah Virus Corona, Turki dan Pakistan Tutup Pintu Perbatasan dengan Iran

Altun sebelumnya juga pernah mengatakan, Turki tidak punya kapasitas menampung hampir satu juta warga Suriah yang melarikan diri dari pertempuran di Idlib.

Pria kelahiran Jerman itu menghimbau komunitas internasional untuk melindungi warga Idlib dari "genosida", dengan memberlakukan zona larangan terbang.

Setidaknya 465 warga sipil termasuk 145 anak-anak, tewas di Idlib sejak Desember. Anak-anak juga menderita karena kedinginan.

Namun kebijakan ini masih diselimuti tanda tanya sampai kapan dilakukan, karena Josep Borrell mengatakan Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavysoglu, meyakinkan bahwa Turki tetap berkomitmen mengendalikan aliran pengungsi ke Uni Eropa.

Baca juga: Langkah Militer Erdogan di Suriah Bawa Mata Uang Lira Anjlok

Halaman:


Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X