Senat AS Tolak Saksi Baru, Trump Hampir Pasti Lolos dari Pemakzulan

Kompas.com - 01/02/2020, 10:17 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump hadir dalam kampanye Keep America Great di Huntington Center di Toledo, Ohio, pada 9 Januari 2020. AFP /Saul LoebPresiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump hadir dalam kampanye Keep America Great di Huntington Center di Toledo, Ohio, pada 9 Januari 2020.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Donald Trump hampir pasti lolos dari pemakzulan setelah Senat AS memutuskan untuk menolak adanya upaya pemanggilan saksi baru.

Dengan perbandingan 51-49, Senat menggugurkan usulan Demokrat untuk mendatangkan sejumlah saksi. Termasuk mantan Penasihat Keamanan Nasional John Bolton.

Setelah ini, sidang pemakzulan Trump di level Senat AS bakal berlanjut dengan mendengarkan argumentasi akhir dari DPR AS maupun kuasa hukum sang presiden Senin (3/2/2020).

Baca juga: Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangi Pilpres AS 2020

Kemudian 100 senator, 53 di antaranya berasal dari Republik yang notabene partai sang presiden, bakal menggelar voting untuk membebaskannya Rabu (5/2/2020).

Pemungutan suara itu bakal terjadi sebelum presiden 73 tahun itu dijadwalkan memberi Pidato Kenegaraan di DPR AS pada Selasa (4/2/2020).

Mengingat dibutuhkan dua per tiga suara, yang artinya 67 senator, Trump hampir pasti lolos dari pemakzulan karena sebagian besar politisi Republik berpihak padanya.

Adalah Senator Lamar Alexander asal Tennessee yang memutuskan untuk tidak mendukung upaya Demokrat mendatangkan saksi baru.

Dilansir Sky News Jumat (31/1/2020), senator berusia 79 tahun itu mengumumkan bahwa dia tidak perlu melihat atau mendengarkan bukti baru lagi.

Dia berkilah, Trump memang terbukti telah melakukan penyalahgunaan kekuasaan dan upaya menghalangi penyelidikan yang dilakukan Kongres.

Baca juga: Debat Lebih dari 12 Jam, Senat AS Setujui Aturan Sidang Pemakzulan Trump

Namun dalam pernyataan resminya, politisi yang bakal pensiun dari Senat di tahun ini tersebut menegaskan, masa depan Gedung Putih bukan di tangan mereka, melainkan publik AS.

Halaman:
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X