Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran "Pertukaran Saksi"

Kompas.com - 23/01/2020, 11:47 WIB
Presiden AS Donald Trump menandatangani dokumen yang berisi pengembaliansanksi terhadap Iran, setelah mengumumkan penarikan AS dari kesepakatan Nuklir Iran, di Gedung Putih, Washington, DC, pada Selasa (8/5/2018). (AFP/Saul Loeb) Presiden AS Donald Trump menandatangani dokumen yang berisi pengembaliansanksi terhadap Iran, setelah mengumumkan penarikan AS dari kesepakatan Nuklir Iran, di Gedung Putih, Washington, DC, pada Selasa (8/5/2018). (AFP/Saul Loeb)

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Partai Demokrat menolak tawaran dari kubu Republik untuk melakukan "pertukaran saksi" dalam sidang pemakzulan Presiden Donald Trump.

Presiden 73 tahun itu dimakzulkan di level DPR AS pada 18 Desember 2019 atas penyalahgunaan kekuasaan dan upaya menghalangi penyelidikan Kongres.

Dia disebut menahan bantuan militer Ukraina Rp 5,3 triliun agar mereka menyelidiki calon rivalnya di Pilpres AS, Joe Biden.

Baca juga: Debat Lebih dari 12 Jam, Senat AS Setujui Aturan Sidang Pemakzulan Trump

Trump menuding adanya dugaan korupsi ketika putra Biden, Hunter, duduk sebagai dewan direksi perusahaan gas Ukraina saat ayahnya menjabat sebagai Wakil Presiden AS.

Apa itu tawaran pertukaran saksi?

Dalam sidang pemakzulan di level Senat AS sejak Selasa (21/1/2020), Demokrat meminta agar mantan Penasihat Keamanan Nasional John Bolton dijadikan saksi.

Bolton yang lengser pada 10 September 2019 itu sempat menyatakan siap. Namun dia hanya bersedia datang jika mendapat subpoena, atau pemanggilan resmi.

Dilansir BBC Rabu (22/1/2020), Republik jelas tak tinggal diam, dan meminta Senat AS untuk mempertimbangkan Hunter Biden.

"Kesepakatan itu tak ada di meja," kata Pemimpin Minoritas Senat, Chuck Schumer, kepada wartawan saat masa istirahat.

Baca juga: Jelang Sidang Pemakzulan, Mayoritas Rakyat AS Dukung Trump Dilengserkan

Senator asal New York itu berkilah sidang bukanlah sebuah bentuk pertukaran. "Ini bukan soal pertukaran di sepak bola," cetusnya.

Sementara dalam kampanye di Osage, Iowa, Joe Biden sudah menegaskan dia tidak akan maju jika kubu Republik memanggilnya.

"Kami tidak akan mengubah sidang menjadi sebuah panggung politik. Saya tidak akan menjadi bagian di dalamnya," tegasnya.

Halaman:
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Sumber BBC
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Keturunan WNI Tanpa Identitas di Malaysia, Bertemu Ibu Kandung Setelah 15 Tahun

Keturunan WNI Tanpa Identitas di Malaysia, Bertemu Ibu Kandung Setelah 15 Tahun

Internasional
Mahathir Mohamad Merasa Belum Waktunya Mundur

Mahathir Mohamad Merasa Belum Waktunya Mundur

Internasional
Korban Meninggal karena Virus Corona di Iran Bertambah Empat, Total Ada 19

Korban Meninggal karena Virus Corona di Iran Bertambah Empat, Total Ada 19

Internasional
Mahathir Mohamad Ingin Bentuk Pemerintahan yang Pro pada Kepentingan Nasional

Mahathir Mohamad Ingin Bentuk Pemerintahan yang Pro pada Kepentingan Nasional

Internasional
Virus Corona, Perancis Umumkan Kematian Pertama dari Warga Negaranya

Virus Corona, Perancis Umumkan Kematian Pertama dari Warga Negaranya

Internasional
Pertama Kalinya, Liga Sepak Bola Putri Arab Saudi Diluncurkan

Pertama Kalinya, Liga Sepak Bola Putri Arab Saudi Diluncurkan

Internasional
Cerita Warga Codogno, Kota Berjuluk 'Wuhannya Italia', di Tengah Wabah Virus Corona

Cerita Warga Codogno, Kota Berjuluk "Wuhannya Italia", di Tengah Wabah Virus Corona

Internasional
Kerusuhan New Delhi Kian Mencekam, Total 20 Orang Tewas

Kerusuhan New Delhi Kian Mencekam, Total 20 Orang Tewas

Internasional
Wabah Virus Corona, Ritual Rabu Abu di Filipina Berubah

Wabah Virus Corona, Ritual Rabu Abu di Filipina Berubah

Internasional
Tentara AS yang Bertugas di Korea Selatan Terinfeksi Virus Corona

Tentara AS yang Bertugas di Korea Selatan Terinfeksi Virus Corona

Internasional
Telanjang Dada di Depan Anak Tiri, Wanita Ini Dibawa ke Pengadilan

Telanjang Dada di Depan Anak Tiri, Wanita Ini Dibawa ke Pengadilan

Internasional
Publik AS Diminta untuk Bersiap Menghadapi Virus Corona

Publik AS Diminta untuk Bersiap Menghadapi Virus Corona

Internasional
52 Orang Meninggal, China Catatkan Angka Kematian Virus Corona Terendah dalam 3 Pekan Terakhir

52 Orang Meninggal, China Catatkan Angka Kematian Virus Corona Terendah dalam 3 Pekan Terakhir

Internasional
Kasus Virus Corona Terjadi di Hotel Spanyol dan Austria, Tamu: Liburan Terasa Seperti di Neraka

Kasus Virus Corona Terjadi di Hotel Spanyol dan Austria, Tamu: Liburan Terasa Seperti di Neraka

Internasional
Virus Corona Infeksi Lebih dari 1.100 Orang di Korea Selatan

Virus Corona Infeksi Lebih dari 1.100 Orang di Korea Selatan

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X