Rusia Dikabarkan Bakal Ikut Campur Pilpres AS, Trump Marah Besar

Kompas.com - 21/02/2020, 14:36 WIB
Presiden AS Donald Trump tiba di Bandara WK Kellogg ketika DPR AS memperdebatkan pemakzulannya, di Battle Creek, Michigan, Amerika Serikat, Rabu (18/12/2019). Donald Trump resmi menjadi presiden ketiga AS yang dimakzulkan setelah dalam sidang paripurna yang digelar 18 Desember malam waktu setempat, DPR AS menyetujui dua pasal pemakzulan terhadap presiden 73 tahun itu. AFP/BRENDAN SMIALOWSKIPresiden AS Donald Trump tiba di Bandara WK Kellogg ketika DPR AS memperdebatkan pemakzulannya, di Battle Creek, Michigan, Amerika Serikat, Rabu (18/12/2019). Donald Trump resmi menjadi presiden ketiga AS yang dimakzulkan setelah dalam sidang paripurna yang digelar 18 Desember malam waktu setempat, DPR AS menyetujui dua pasal pemakzulan terhadap presiden 73 tahun itu.

WASHINGTON, KOMPAS.com - Agen intelijen AS memperingatkan adanya campur tangan Rusia yang ingin membantu presiden Donald Trump memenangkan pencalonannya dalam Pilpres November mendatang.

Peringatan tersebut diungkapkan oleh pejabat AS seperti dilansir BBC, datang dalam rapat singkat tertutup dengan Komite Intelijen pada 13 Februari silam. 

Presiden Trump tampak marah dan melangsungkan komplain seraya mengatakan bahwa partai Demokrat akan menggunakan informasi tersebut sebagai bahan untuk melawannya.

Dilaporkan dari The New York Times, bahwa Presiden Trump sangat marah saat rapat tertutup kepada Adam Schiff, anggota partai Demokrat yang memimpin proses pemakzulan melawan Trump.

Baca juga: Facebook Akui Bantu Donald Trump Menangi Pilpres AS

Trump kemudian mengganti posisi kepala intelijen Joseph Maguire pada kamis(20/02/2020) kemarin. Sebenarnya, Maguire adalah sosok yang difavoritkan dalam mengisi posisi Direktur Intelijen Nasional.

Namun entah mengapa, Trump pada akhirnya mengubah posisi itu saat rapat singkat. Trump mengatakannya sebagai, "Ketidaksetiaan."

Pada pekan ini, Trump kemudian mengumumkan penggantian Maguire dengan Richard Grenell, seorang duta AS untuk Jerman. Salah satu staf setia kepercayaan Trump.

Dua pejabat administrasi Trump mengabarkan bahwa pergantian itu merupakaan kesengajaan saat rapat singkat.

Partai Demoktrat mengkritik presiden Trump karena mengganti Joseph Maguire dengan Richard Grenell, yang sebelumnya telah mengecilkan tingkat campur tangan Rusia dalam pemilu terakhir dan telah merayakan kebangkitan politisi sayap kanan di Eropa.

Ned Price, mantan ajudan presiden Barack Obama mengatakan bahwa presiden telah "menjatuhkan sandiwara bahwa dia memiliki fungsi untuk intelijen."

"Dia (Trump) baru saja menunjuk duta besar AS yang paling politis dan abrasif untuk sesuatu yang mestinya tidak politis. Tidak diragukan lagi hal itu sangat sulit." Ungkap Price di dalam unggahan tweeter-nya.

Pejabat Intelijen AS juga pernah melaporkan bahwa Rusia telah ikut campur tangan pada pilpres AS tahun 2016 untuk meningkatkan kampanye pemilihan Donald Trump sehingga menyebabkan proses pemilihan presiden AS berlangsung keos.

Baca juga: Iran Sebut Trump Tidak Berani Perang, Takut Kalah Pilpres

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X