Kompas.com - 19/02/2020, 11:15 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump (kanan) dan Presiden Iran Hassan Rouhani. via Sky NewsPresiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump (kanan) dan Presiden Iran Hassan Rouhani.

TEHERAN, KOMPAS.com - Presiden Iran, Hassan Rouhani mengungkapkan adanya tekanan tinggi dari kampanye Pilpres AS 2020 membuat Presiden Donald Trump enggan perang dengan mereka.

Presiden Rouhani mengatakannya pada Minggu (16/02/2020) bahwa kebijakan tekanan tinggi yang ditujukan pada isolasi negara Iran telah gagal.

Dia mengklaim bahwa Presiden Trump tidak mau berperang dengan Iran karena takut akan mempengaruhi pemilihannya di Pilpres AS, November mendatang.

Dilansir dari Fox News, Rouhani mengatakan bahwa rezimnya tidak akan bernegosiasi dengan administrasi Trump jika AS mengembalikan kesepakatan nuklir Iran.

Negosiasi tersebut berada pada saat pemerintahan Obama dan, dan berakibat pada sanksi yang menjatuhkan dan membuat kelumpuhan ekonomi.

Pekan lalu, delapan senator dari Partai Republik beriringan dengan Partai Demokrat mendukung pengesahan pengetatan kemampuan Trump untuk melancarkan misi perang dengan iran, dalam upaya langka bipartisan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Jenderal Iran Qasem Soleimani Dibunuh AS, Korea Utara Larang Penggunaan Ponsel

Pembuat Undang-Undang AS merefleksikan adanya kemungkinan tegangan yang tinggi antara Iran dan AS dan mampu menimbulkan perang. 

Presiden Rouhani mengatakan, "Saya pikir orang Amerika tidak ingin berperang sejak mereka tahu hal itu sangat berbahaya bagi mereka jika melakukannya."

Negosiasi, menurut Rouhani akan bisa dilakukan jika pihak AS membatalkan sanksi kerusakan ekonomi dan mengembalikan komitmen yang telah dibuat pada Rencana Komprehensif Gabungan yang telah dilakukan Presiden AS sebelumnya, Obama. 

Hal ini dikarenakan Trump kerap menolak kesepakatan tersebut. Sebagai presiden dia telah mendorong keluar persetujuan publik AS dan memilih Iran untuk menyerahkan kemampuan nuklirnya agar bebas dari sanksi kerusakan ekonomi.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber Fox News
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.