Sepakat Bantu Kurdi Hadapi Turki, Pasukan Pemerintah Suriah Bergerak ke Perbatasan

Kompas.com - 14/10/2019, 15:43 WIB
Gambar yang diambil pada 13 Oktober 2019 dari kota Turki Ceylanpinar menunjukkan asap mengepul dari kota perbatasan Suriah Ras al-Ain di tengah pertempuran antara Turki melawan Kurdi. Kurdi mengumumkan mereka menjalin kerja sama dengan pemerintah Suriah demi menghadapi Turki yang menyerang sejak 9 Oktober 2019. AFP/OZAN KOSEGambar yang diambil pada 13 Oktober 2019 dari kota Turki Ceylanpinar menunjukkan asap mengepul dari kota perbatasan Suriah Ras al-Ain di tengah pertempuran antara Turki melawan Kurdi. Kurdi mengumumkan mereka menjalin kerja sama dengan pemerintah Suriah demi menghadapi Turki yang menyerang sejak 9 Oktober 2019.

DAMASKUS, KOMPAS.com - Pasukan pemerintah Suriah bergerak ke perbatasan Turki setelah menjalin kesepakatan dengan milisi Kurdi sehari sebelumnya.

Tentara melambaikan bendera Suriah bergerak ke Tall Tamr, tak jauh dari Ras al-Ain, kota yang menjadi target Turki dan sekutunya.

Tall Tamr berlokasi sekitar 30 km dari perbatasan. Namun Observatorium untuk HAM Suriah (SOHR) menyebut, pasukan pemerintah Suriah ada yang bergerak hingga jarak enam km.

Baca juga: Video Ungkap Detik-detik Tawanan ISIS Kabur dari Penjara Kurdi Suriah

Dilaporkan AFP Senin (14/10/2019), kedatangan mereka disambut oleh warga lokal, dengan televisi setempat menayangkan momen saat mereka dielu-elukan.

Berdasarkan pemberitaan media yang mengutip sumber Damaskus, pasukan rezim Presiden Bashar al-Assad juga bakal ditempatkan di Manbij dan Kobane.

Pada 9 Oktober, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengumumkan Operation Peace Spring untuk menggempur milisi Kurdi di perbatasan Suriah.

Ankara menuding Kurdi yang tergabung dalam Unit Perlindungan Rakyat (YPG) merupakan teroris. Sebab, mereka dianggap berhubungan dengan Partai Rakyat Kurdistan (PKK) yang berkonflik sejak 1984.

Operasi itu terjadi setelah Amerika Serikat (AS) mengejutkan Kurdi maupun dunia dengan mengumumkan penarikan pasukan dari utara Suriah.

Presiden Donald Trump mendapat tekanan karena dia dianggap memberikan jalan bagi Ankara dan pemberontak yang didukungnya untuk menyerang Kurdi.

Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dipimpin oleh Kurdi kemudia menyatakan menjalin aliansi debgan pemerintahahan Assad.

Komandan SDF Mazloum Abdi dalam tulisannya di Foreign Policy menyebut, dia tidak percaya dengan Damaskus maupun sekutunya, Suriah.

"Malah sejujurnya, sulit bagi kami percaya siapa pun. Namun jika diminta memilih antara kompromi dengan genosida rakyat kami, saya jelas memilih hidup rakyat," kata Abdi.

Abdi mengomentari keputusan Trump dengan menarik pasukan dari utara Suriah diibaratkannya sebagai "menusuk dari belakang".

Dalam kicauannya di Twitter, Trump menyatakan adalah keputusan pintar AS memilih tidak terlibat dalam operasi militer Ankara di perbatasan.

Setidaknya sekitar 785 orang yang diduga berafiliasi dengan ISIS melarikan diri dari kamp Ain Issa menyusul pemboman dari Turki.

SDF mengatakan, mereka menjaga sekitar 12.000 anggota ISIS di tujuh penjara, dengan 4.000 di antaranya adalah warga asing.

Baca juga: Demi Hadapi Turki, Kurdi Bersekutu dengan Pasukan Pemerintah Suriah

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Di Turki, Risma Cerita soal Kelucuan Bonek

Di Turki, Risma Cerita soal Kelucuan Bonek

Internasional
Australia Bersiap Hadapi Hari Terpanas dalam Sejarah

Australia Bersiap Hadapi Hari Terpanas dalam Sejarah

Internasional
Ketahuan Berhubungan Seks dengan Pria Lain, Istri Tewas Ditembak Suaminya

Ketahuan Berhubungan Seks dengan Pria Lain, Istri Tewas Ditembak Suaminya

Internasional
Istri Terlalu Boros, Pria di India Bunuh Diri

Istri Terlalu Boros, Pria di India Bunuh Diri

Internasional
Pria 70 Tahun Tewas Dipukul Batu Bata, Polisi Hong Kong Tahan 5 Remaja

Pria 70 Tahun Tewas Dipukul Batu Bata, Polisi Hong Kong Tahan 5 Remaja

Internasional
Korea Utara Kembali Gelar 'Tes Krusial'

Korea Utara Kembali Gelar "Tes Krusial"

Internasional
Pukul dan Hantamkan Kepala Remaja ke Tanah, Polisi Ini Dipecat

Pukul dan Hantamkan Kepala Remaja ke Tanah, Polisi Ini Dipecat

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Jurnalis China Dimaafkan Netizen karena Fotonya Beredar | Arab Saudi Cabut Aturan Pisahkan Pria dan Wanita

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Jurnalis China Dimaafkan Netizen karena Fotonya Beredar | Arab Saudi Cabut Aturan Pisahkan Pria dan Wanita

Internasional
Bocah 3 Tahun Gores 10 Mobil Mewah, Si Ayah Diminta Ganti Rugi Rp 140 Juta

Bocah 3 Tahun Gores 10 Mobil Mewah, Si Ayah Diminta Ganti Rugi Rp 140 Juta

Internasional
Larang Murid Punya Rambut Poni, Sekolah di Thailand Jadi Sorotan

Larang Murid Punya Rambut Poni, Sekolah di Thailand Jadi Sorotan

Internasional
Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Internasional
Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Internasional
Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Internasional
Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Internasional
Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X