Kompas.com - 10/10/2019, 17:55 WIB

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberikan peringatan kepada Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Trump mengancam, dia bakal "menyapu" ekonomi Turki jika dianggap bertindak tidak adil buntut serangan mereka kepada Kurdi Suriah.

"Jika Erdogan tidak adil, dia akan membayar harga ekonomi yang sangat mahal," tegas presiden 73 tahun itu di Gedung Putih Rabu (9/10/2019).

Baca juga: Presiden Irak: Serangan Militer Turki ke Suriah Bisa Bangkitkan Kelompok Teroris

Dilansir AFP Kamis (10/10/2019), Trump berujar dia bakal melakukan "lebih dari sekadar sanksi" jika serangan Ankara dilakukan tidak manusiawi.

Sementara Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan, Washington tidak pernah memberi "lampu hijau" kepada Turki untuk menyerang Kurdi Suriah.

Dalam wawancaranya dengan PBS, Pompeo menjelaskan Ankara mempunyai "kekhawatiran keamanan serius" dan "ancaman teroris di selatan".

Dia kemudian menyatakan laporan Washington memberi jalan bagi serangan Turki salah. "Kami tak pernah memberi lampu hijau," jelasnya dikutip BBC.

Trump mendapat tekanan setelah dalam percakapan telepon dengan Erdogan, dia menyatakan bakal menarik pasukan AS dari utara Suriah.

Pasukan itu disebut menjadi penyangga antara militer Turki dengan Kurdi yang selama ini membantu AS dalam operasi menumpas ISIS.

Selama ini, Turki berulang kali melancarkan protes karena AS mengucurkan bantuan bagi milisi Kurdi yang tergabung dalam Unit Perlindungan Rakyat (YPG).

Turki menuduh YPG merupakan kepanjangan tangan dari Partai Rakyat Kurdistan (PKK) yang dianggap dalang dalam konflik 1984 silam.

Dalam pernyataannya, Erdogan menerangkan bahwa Operation Peace Spring untuk mencegah terbentuknya teroris di wilayah perbatasan dengan Suriah.

Senator Republik Lindsey Graham yang selama ini dikenal pendukung vokal Trump, mengancam Turki akan menerima "sanksi dari neraka".

Dia mengusulkan adanya resolusi bipartisan untuk membekukan aset para pejabat Turki, termasuk Erdogan dan jajaran pemerintahannya.

"Doa bagi sekutu Kurdi kami yang secara memalukan sudah ditinggalkan oleh pemerintahan Trump," ujar Graham dalam kicauan di Twitter.

Baca juga: Serangan Turki atas Kurdi Suriah Dimulai, 2 Warga Sipil Tewas

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber BBC,AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.