Jarinya Dipotong Taliban karena Memilih dalam Pemilu, Pria Afghanistan Ini Tak Kapok

Kompas.com - 01/10/2019, 12:12 WIB
Pria Afghanistan, Safiullah Safi menunjukkan dua jari telunjuknya setelah menggunakan hak suaranya dalam pemilihan presiden 2019. REUTERS / TWITTER / SAFIULLAH SAFIPria Afghanistan, Safiullah Safi menunjukkan dua jari telunjuknya setelah menggunakan hak suaranya dalam pemilihan presiden 2019.

KABUL, KOMPAS.com - Seorang pria Afghanistan bernama Safiullah Safi mengunggah sebuah foto yang menunjukkan bahwa dirinya telah memilih dalam pemilu presiden 2019, pada Sabtu (28/9/2019) lalu.

Dalam foto yang diunggahnya di akun Twitter itu, Safi menunjukkan kedua jari telunjuknya, dengan salah satu terdapat bekas tinta pemilu, sementara jari telunjuk lainnya seperti tak lengkap.

Safi memang menjadi salah satu korban kekejaman kelompok Taliban, yang memotong ujung jari telunjuknya karena dia menggunakan hak pilihnya dalam pemilu 2014 silam.

Namun hal itu tampaknya tak membuat Safi menyesali keputusannya memilih. Hal itu ditunjukkannya dengan kembali melakukan hal serupa pada pemilu presiden 2019 kali ini.

Baca juga: Kampanye Presiden Afghanistan Diserang Bom Bunuh Diri Taliban, 24 Orang Tewas

"Saya tahu itu adalah pengalaman yang menyakitkan, tapi itu hanya sebuah jari," kata Safi kepada Reuters, yang menghubunginya via telepon.

"Tapi saat datang untuk masa depan anak-anak dan negara saya, saya tidak akan duduk bahkan jika mereka memotong seluruh tangan saya," tambah Safi.

Safi mengisahkan bagaimana pada 2014, sehari setelah pemungutan suara, dia melakukan perjalanan dari Kabul ke kota Khost di timur.

Saat itu jari telunjuknya masih membekas sisa tinta tanda bahwa dirinya telah menggunakan suaranya dalam pemilu dan hal itu ketahuan oleh anggota Taliban.

"Taliban menarik saya keluar dari mobil dan membawa saya menjauh dari jalan menuju tempat di mana mereka menggelar pengadilan," ujarnya.

Baca juga: Salah Sasaran, Serangan Drone yang Incar Anggota ISIS Tewaskan 9 Warga Sipil di Afghanistan

"Mereka memotong jari saya dan bertanya mengapa saya mengambil bagian dalam pemilihan meskipun ada peringatan."

"Keluarga saya memberi tahu saya untuk tidak melakukannya, tetapi saya tetap melakukannya," kata Safi.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Reuters,AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus 2 Remaja Tewas Ditabrak Mobil di Jakarta, Bagaimana Hukum Penggunaan Skuter Listrik di Negara Lain?

Kasus 2 Remaja Tewas Ditabrak Mobil di Jakarta, Bagaimana Hukum Penggunaan Skuter Listrik di Negara Lain?

Internasional
Lakukan Pelecehan Seksual, Pelaku Malah Salahkan Korban

Lakukan Pelecehan Seksual, Pelaku Malah Salahkan Korban

Internasional
Tukang Pijat asal Indonesia Dirampok dan Diperkosa, Polisi Malaysia Tangkap Pria 31 Tahun

Tukang Pijat asal Indonesia Dirampok dan Diperkosa, Polisi Malaysia Tangkap Pria 31 Tahun

Internasional
Bayi 2 Tahun di Toronto Tewas Setelah Kejatuhan AC

Bayi 2 Tahun di Toronto Tewas Setelah Kejatuhan AC

Internasional
Mantan Presiden Bolivia Evo Morales Mengaku Kepalanya Dihargai Rp 703 Juta

Mantan Presiden Bolivia Evo Morales Mengaku Kepalanya Dihargai Rp 703 Juta

Internasional
Pemadam Kebakaran Hutan Australia Kirim Pesan Menyentuh ke Pemilik Rumah yang Mereka Selamatkan

Pemadam Kebakaran Hutan Australia Kirim Pesan Menyentuh ke Pemilik Rumah yang Mereka Selamatkan

Internasional
Dokter Keluarkan Potongan Kertas yang Masuk di Mata Gadis 7 Tahun Ini

Dokter Keluarkan Potongan Kertas yang Masuk di Mata Gadis 7 Tahun Ini

Internasional
Meski Hamil 14 Pekan, Wanita Ini Berjibaku Padamkan Kebakaran Hutan Australia

Meski Hamil 14 Pekan, Wanita Ini Berjibaku Padamkan Kebakaran Hutan Australia

Internasional
Dunia Internasional Puji Cara Indonesia Perlakukan Napi Teroris

Dunia Internasional Puji Cara Indonesia Perlakukan Napi Teroris

Internasional
Sungai di Korea Selatan Berubah Merah karena Terkena Darah Babi

Sungai di Korea Selatan Berubah Merah karena Terkena Darah Babi

Internasional
Venesia Dilanda Banjir akibat Gelombang Pasang Tertinggi dalam 50 Tahun Terakhir

Venesia Dilanda Banjir akibat Gelombang Pasang Tertinggi dalam 50 Tahun Terakhir

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Bocah 10 Tahun Hamil Diperkosa Kakak | Penyebab Pria Hong Kong Dibakar Hidup-hidup

[POPULER INTERNASIONAL] Bocah 10 Tahun Hamil Diperkosa Kakak | Penyebab Pria Hong Kong Dibakar Hidup-hidup

Internasional
Guru di AS Ini Terekam Pukul Murid Berkebutuhan Khusus hingga Tersungkur

Guru di AS Ini Terekam Pukul Murid Berkebutuhan Khusus hingga Tersungkur

Internasional
Pria Ini Ditangkap dan Diborgol karena Makan Sandwich Saat Menunggu Kereta

Pria Ini Ditangkap dan Diborgol karena Makan Sandwich Saat Menunggu Kereta

Internasional
Kucing Pahlawan Ini Selamatkan Bayi 1 Tahun Sebelum Jatuh dari Tangga

Kucing Pahlawan Ini Selamatkan Bayi 1 Tahun Sebelum Jatuh dari Tangga

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X