Pasukan Afghanistan Salah Menyerang Pesta Pernikahan, 40 Warga Sipil Tewas

Kompas.com - 24/09/2019, 16:55 WIB
Pasukan Taliban di Afghanistan berjalan untuk merayakan gencatan senjata pada hari kedua Idul Fitri di pinggiran Jalalabad pada Sabtu (16/6/2018). (AFP/Noorullah Shirzada) Pasukan Taliban di Afghanistan berjalan untuk merayakan gencatan senjata pada hari kedua Idul Fitri di pinggiran Jalalabad pada Sabtu (16/6/2018). (AFP/Noorullah Shirzada)

KABUL, KOMPAS.com - Insiden serangan salah sasaran terjadi di Afghanistan, di mana pasukan pemerintah yang mengincar Taliban malah menghantam pesta pernikahan.

Akibatnya, 40 warga sipil dilaporkan tewas dalam serangan yang berlangsung di Distrik Musa Qala, Provinsi Helmand, pada Minggu malam (22/9/2019).

Baca juga: Salah Sasaran, Serangan Drone yang Incar Anggota ISIS Tewaskan 9 Warga Sipil di Afghanistan

Ucapan belasungkawa disampaikan oleh juru bicara kepresidenan Afghanistan, Sediq Sediqqi, sebagaimana diberitakan CNN Senin (23/9/2019).

"Kami sangat menyesalkan ada warga sipil yang tewas meski Presiden (Ashraf) Ghani berulang kali menyampaikan kehati-hatian ketika melaksanakan operasi militer," ujar Sediqqi.

Juru bicara pemerintah provinsi Omar Zwak menerangkan, Kabul sudah mengirim delegasi untuk menginvestigasi, dengan Kementerian Pertahanan bakal memberikan perkembangan ke media.

Warga lokal yang dikutip kementerian pertahanan menuturkan, awalnya pasukan pemerintah mengincar persembunyian Taliban di sebelah gedung pernikahan.

Selain 40 warga sipil yang tewas, serangan itu juga membunuh 22 anggota asing Taliban. Kemudian 14 anggota Taliban ditahan, termasuk lima warga Pakistan.

Kemenhan Afghanistan juga menyatakan, gudang berisi bahan pasokan dan peralatan yang dipakai oleh Taliban juga hancur dalam serangan tersebut.

Serangan terhadap Taliban semakin intensif jelang pemilihan presiden 28 September mendatang, di mana kelompok itu mengincar pemilihan.

Taliban memperingatkan warga Afghanistan untuk tidak memilih, yang mereka buktikan dengan serangkaian bom bunuh diri pada pekan lalu.

Di Provinsi Parwan, sebuah bom bunuh diri menghantam kampanye di mana Ghani dijadwalkan berbicara, dan membunuh 26 orang serta melukai 42 lainnya.

Dalam insiden berbeda beberapa jam kemudian, bom bunuh diri kembali meledak dekat Kedutaan Besar AS di Kabul, dan menewaskan 22 orang.

Peristiwa yang juga dikabarkan terjadi di Jalalabad, kawasan timur Afghanistan, dengan empat orang tewas. Di Qalat, 37 orang tewas akibat serangan serupa.

Baca juga: Kampanye Presiden Afghanistan Diserang Bom Bunuh Diri Taliban, 24 Orang Tewas

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber CNN
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER INTERNASIONAL] Pangeran Harry Bela Meghan Markle | Dubes AS Jadi Kontroversi karena Kumis

[POPULER INTERNASIONAL] Pangeran Harry Bela Meghan Markle | Dubes AS Jadi Kontroversi karena Kumis

Internasional
Paksa Babi 'Bungee Jumping' dari Ketinggian 70 Meter, Taman Bermain di China Dikecam

Paksa Babi "Bungee Jumping" dari Ketinggian 70 Meter, Taman Bermain di China Dikecam

Internasional
Harta 2.153 Orang Terkaya di Dunia pada 2019 Setara 4,6 Miliar Warga Miskin

Harta 2.153 Orang Terkaya di Dunia pada 2019 Setara 4,6 Miliar Warga Miskin

Internasional
Mahathir Cabut Aturan Pelajar Malaysia Harus Bersepatu Hitam

Mahathir Cabut Aturan Pelajar Malaysia Harus Bersepatu Hitam

Internasional
Kirim 150 Kontainer Sampah Plastik, Malaysia Tegaskan Tak Bakal Jadi Tempat Pembuangan

Kirim 150 Kontainer Sampah Plastik, Malaysia Tegaskan Tak Bakal Jadi Tempat Pembuangan

Internasional
Setelah Kebakaran Hutan, Australia Alami Hujan Es Sebesar Bola Golf

Setelah Kebakaran Hutan, Australia Alami Hujan Es Sebesar Bola Golf

Internasional
11 Warga Ukraina Korban Tewas Pesawat Boeing 737 yang Ditembak Iran Dikembalikan

11 Warga Ukraina Korban Tewas Pesawat Boeing 737 yang Ditembak Iran Dikembalikan

Internasional
75 Tahanan Kabur Massal dari Penjara Paraguay

75 Tahanan Kabur Massal dari Penjara Paraguay

Internasional
Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Internasional
Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Internasional
Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry 'Merendahkan Kerajaan Inggris'

Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry "Merendahkan Kerajaan Inggris"

Internasional
Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

Internasional
PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

Internasional
Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X