Dituding Jadi Salah Satu Penyebab Penembakan Massal, Trump Diminta Tak Kunjungi El Paso

Kompas.com - 07/08/2019, 13:07 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump didampingi Wakil Presiden Mike Pence berpidato di Washington Senin (5/8/2019) terkait dua penembakan massal yang terakhir akhir pekan lalu yang menewaskan 31 orang. AFP/SAUL LOEBPresiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump didampingi Wakil Presiden Mike Pence berpidato di Washington Senin (5/8/2019) terkait dua penembakan massal yang terakhir akhir pekan lalu yang menewaskan 31 orang.

EL PASO, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump diminta untuk mempertimbangkan kembali rencananya mengunjungi kota El Paso, Texas, menyusul terjadinya tragedi penembakan massal di kota itu.

Peringatan tersebut muncul di tengah kemarahan penduduk kota yang mayoritas warganya merupakan keturunan Hispanik itu, atas retorika anti-imigrasi Trump.

Presiden Trump dijadwalkan untuk singgah ke kota perbatasan di negara bagian Texas itu, pada Rabu (7/8/2019), di mana terjadi insiden penembakan massal yang menewaskan 22 orang.

Tetapi sebelumnya, Trump akan lebih dulu mengunjungi Dayton, Ohio, kota tempat serangan lainnya yang menewaskan sembilan orang terjadi.

Baca juga: Trump: Tersangka Penembakan Massal AS adalah Orang Sakit Jiwa

Trump dalam pidatonya, Senin (5/8/2019), mengajak warga Amerika Serikat untuk mengecam kefanatikan, tetapi para pemimpin masyarakat menyebut kata-katanya kosong.

Pidato Trump disebut berlawanan dengan ucapannya yang menolak menyebut supremasi kulit putih dan serangkaian twitnya, yang dikecam sebagai rasis.

"Presiden ini, yang membantu menciptakan kebencian yang memungkinkan terjadinya tragedi seperti yang terjadi pada akhir pekan lalu, tidak seharusnya datang ke El Paso," tulis Beto O'Rourke, mantan anggota Kongres, yang juga calon presiden dari Partai Demokrat.

"Kami tidak perlu perpecahan lainnya. Kami perlu untuk menyembuhkan diri. Dia tidak punya tempat di sini," kata O'Rourke, yang besar di kota El Paso.

Baca juga: Trump: Penembakan Massal Texas adalah Aksi Pengecut

Tersangka pelaku penembakan massal di Walmart El Paso diduga telah mengunggah sebuah manifesto online yang menyebut perlawanan terhadap "invasi Hispanik".

Banyak kritikus yang menyebut isi manifesto itu mengulang banyak retorika Trump di Twitter dan saat kampanye, di mana dia kerap menyebut para migran Hispanik sebagai bentuk invasi.

Trump juga sempat menyebut orang-orang Meksiko dan Amerika Tengah sebagai penjahat, gangster, dan pemerkosa.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

Internasional
Berdebat dengan Demonstran Hong Kong, Kepala Pria 70 Tahun Dilempar Batu Bata

Berdebat dengan Demonstran Hong Kong, Kepala Pria 70 Tahun Dilempar Batu Bata

Internasional
Dianggap Terlalu Awal, Keluarga di Texas Ini Diminta Copot Hiasan Natal

Dianggap Terlalu Awal, Keluarga di Texas Ini Diminta Copot Hiasan Natal

Internasional
Ekor Anak Anjing Ini Tumbuh di Kepala

Ekor Anak Anjing Ini Tumbuh di Kepala

Internasional
Komandannya Tewas Diserang, Jihad Islam Tembakkan Roket Tiap 7 Menit ke Israel

Komandannya Tewas Diserang, Jihad Islam Tembakkan Roket Tiap 7 Menit ke Israel

Internasional
Hadapi Polisi, Pelajar Hong Kong Mempersenjatai Diri dengan Panah dan Tombak

Hadapi Polisi, Pelajar Hong Kong Mempersenjatai Diri dengan Panah dan Tombak

Internasional
Menlu Retno: Saatnya Wanita Bekerja Bersama Membawa Panji Toleransi

Menlu Retno: Saatnya Wanita Bekerja Bersama Membawa Panji Toleransi

Internasional
Datang ke AS, Erdogan Mengaku Kembalikan Surat yang Ditulis Trump

Datang ke AS, Erdogan Mengaku Kembalikan Surat yang Ditulis Trump

Internasional
Mantan Pemimpin ISIS Baghdadi Pasang Koneksi Internet di Persembunyiannya

Mantan Pemimpin ISIS Baghdadi Pasang Koneksi Internet di Persembunyiannya

Internasional
Ribuan Burung Mati Misterius di Danau Pedalaman India

Ribuan Burung Mati Misterius di Danau Pedalaman India

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Sungai di Korsel Berubah Merah karena Darah Babi | Pria Diborgol karena Sandwich

[POPULER INTERNASIONAL] Sungai di Korsel Berubah Merah karena Darah Babi | Pria Diborgol karena Sandwich

Internasional
Pemimpin Oposisi Inggris Sebut Eks Pemimpin ISIS Baghdadi Harus Ditangkap Hidup-hidup

Pemimpin Oposisi Inggris Sebut Eks Pemimpin ISIS Baghdadi Harus Ditangkap Hidup-hidup

Internasional
Istrinya Habis Rp 600 Juta di Harbolnas China, Pria Ini Ingin Bunuh Diri

Istrinya Habis Rp 600 Juta di Harbolnas China, Pria Ini Ingin Bunuh Diri

Internasional
Kasus 2 Remaja Tewas Ditabrak Mobil di Jakarta, Bagaimana Hukum Penggunaan Skuter Listrik di Negara Lain?

Kasus 2 Remaja Tewas Ditabrak Mobil di Jakarta, Bagaimana Hukum Penggunaan Skuter Listrik di Negara Lain?

Internasional
Lakukan Pelecehan Seksual, Pelaku Malah Salahkan Korban

Lakukan Pelecehan Seksual, Pelaku Malah Salahkan Korban

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X