Kompas.com - 05/08/2019, 13:40 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump berpidato di acara kampanye akbar Pilpres 2020 di Greenville, Carolina Utara, Rabu malam (17/7/2019). AFP / NICHOLAS KAMMPresiden Amerika Serikat Donald Trump berpidato di acara kampanye akbar Pilpres 2020 di Greenville, Carolina Utara, Rabu malam (17/7/2019).

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebut dua tersangka penembakan massal yang terjadi pada akhir pekan lalu adalah sosok sakit jiwa.

Dia menanggapi insiden penembakan massal yang terjadi kurang dari 24 jam di Texas dan Ohio dengan berakibat 29 korban tewas dan menjadi peristiwa ke-251 sepanjang 2019.

Baca juga: Ini 5 Fakta Insiden Penembakan Massal di Texas dan Ohio

"Ini adalah masalah kejiwaan jika Anda bisa melihatnya. Ini adalah penyakit jiwa. Para tersangka penembakan massal adalah orang yang sakit jiwa," kata Trump.

Kepada awal media dilansir AFP Sabtu (4/8/2019), presiden 73 tahun itu menuturkan kejadian penembakan massal itu sudah berlangsung bertahun-tahun dan harus dihentikan.

Para pengkritik menyebut berbagai komentar xenofobia Trump kepada politisi kulit hitam dan keturunan migran memberikan atmosfer bagi terjadinya penembakan.

"Kebencian tidak mempunyai tempat di negeri ini dan kami akan segera menanganinya," kata Trump yang didampingi Ibu Negara Melania selepas lawatan ke New Jersey.

Trump yang disebut bakal memberikan pidato pada Senin waktu setempt (5/8/2019) menuturkan dia sudah berbicara dengan Jaksa Agung Bill Barr dan Direktur FBI Christopher Wray pasca-insiden.

Tersangka penembakan massal di Walmart El Paso diketahui menuliskan sebuah manifesto yang menyatakan dia melakukan aksinya karena "invasi" Hispanik di Texas.

Selain itu, dia juga memuji teroris penembakan massal yang terjadi di masjid Christchurch, Selandia Baru, di mana 51 jemaah tewas ketika melaksanakan Shalat Jumat Maret lalu.

Alih-alih tertarik pada motivasi yang dibuat oleh pelaku, Trump mengatakan bahwa dua tersangka yang diketahui berusia 20-an itu menderita sakit jiwa.

Presiden ke-45 AS itu menjelaskan mereka sudah berdiskusi dengan banyak pihak dan bekerja keras untuk menghasilkan berbagai kebijakan yang positif.

"Kami sudah melakukan lebih banyak dari pemerintahan terdahulu dan mungkin tidak banyak diperbincangkan orang. Namun kami sudah melakukan banyak hal," katanya.

Baca juga: Berikut 10 Penembakan Massal Paling Mematikan dalam Sejarah AS



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X