Penembakan Kembali Terjadi di Thailand, 1 Orang Tewas

Kompas.com - 18/02/2020, 19:36 WIB
Suasana The Icon Clinic yang menjadi lokasi kejadian penembakan di Bangkok, Thailand, Selasa (18/2/2020). Seorang pria merangsek masuk dan menembaki satu perempuan hingga tewas, di mana polisi menyebut motifnya adalah kecemburuan. Twitter/Disaster_TH via Channel News AsiaSuasana The Icon Clinic yang menjadi lokasi kejadian penembakan di Bangkok, Thailand, Selasa (18/2/2020). Seorang pria merangsek masuk dan menembaki satu perempuan hingga tewas, di mana polisi menyebut motifnya adalah kecemburuan.

BANGKOK, KOMPAS.com - Setidaknya satu orang tewas dalam penembakan yang terjadi di pusat perbelanjaan di Bangkok, Thailand, pada Selasa (18/2/2020).

Berdasarkan keterangan polisi, motif insiden itu adalah kecemburuan, dan terjadi kurang dari dua pekan sejak penembakan massal yang dilakukan tentara Thailand.

Perisitwa itu berlangsung di klinik kosmetik Century The Movie Plaza, ketika seorang pria tiba-tiba merangsek masuk dan menembaki seorang perempuan.

Baca juga: Korban Selamat Kisahkan Sembunyi dari Tentara Thailand yang Bunuh 29 Orang

"Satu orang tewas dan seorang lainnya terluka," ujar Kolonel Polisi Krissana Pattanacharoen, dilansir Reuters via Channel News Asia.

Pattanacharoen menyatakan, pihaknya sudah mengantongi identitas pelaku yang melarikan diri usai melakukan penembakan, dan memburunya.

Korban terluka segera dilarikan ke Rumah Sakit Phyathai Nawamin, demikian dilaporkan Workpoint, dengan Thai Rath mengutip saksi yang mendengar suara letusan.

Pembunuhan ini terjadi 10 hari setelah penembakan Korat, atau Nakhon Ratchasima, di mana pelaku bernama Jakraphanth Thomma.

Tentara berpangkat Sersan Mayor itu mendatangi kawasan Distrik Muang pada 8 Februari lalu, dengan total 29 orang meninggal dunia.

Perdana Menteri Prayut Chan-O-Cha mengatakan, motif perbuatannya dipicu jual beli rumah dengan kerabat komandannya di barak.

Jakraphanth sempat mengambil senjata komandannya dan menembaki koleganya sebelum pergi ke gudang senjata, dan mencuri senapan beserta amunisinya.

Jakraphanth yang sempat bersembunyi di gedung mall Terminal 21, dan terlibat baku tembak selama 17 jam sebelum akhirnya ditembak mati.

Meski begitu, Kolonel Polisi Bavornphob Sunthornraekha bersikukuh penembakan Bangkok bukanlah aksi meniru insiden di Korat.

"Ini lebih kepada kecemburuan, bukan karena pelaku hendak meniru," jelas Sunthornraekha sebagaimana diberitakan kantor berita AFP.

Baca juga: Fakta Tentara Thailand Bunuh 26 Orang: Dipicu Jual Beli Rumah hingga Datangkan Ibu untuk Negosiasi

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X