Serangan Bom Taliban Tewaskan 19 Orang di Afghanistan

Kompas.com - 30/06/2019, 23:24 WIB
Ilustrasi ledakan. SHUTTERSTOCKIlustrasi ledakan.

KABUL, KOMPAS.com - Serangan bom yang menargetkan sebuah pusat distrik di Afghanistan telah menewaskan sedikitnya 19 orang, termasuk delapan pekerja pemilu dan 11 petugas keamanan.

Serangan itu terjadi saat putaran baru pembicaraan perdamaian tengah digelar di Qatar, antara Amerika Serikat dengan Taliban, untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung selama 18 tahun di Afghanistan.

Serangan yang diklaim dilancarkan kelompok Taliban itu dilakukan dengan menabrakkan empat kendaraan lapis baja yang penuh dengan bahan peledak ke sebuah kompleks pemerintah di distrik Maruf, pada Sabtu (29/6/2019) malam.

"Akibat serangan itu, sebanyak 11 petugas polisi tewas dan 27 lainnya mengalami cedera," kata Qasim Afghan, juru bicara kepolisian di provinsi Kandahar selatan, kepada AFP, Minggu (30/6/2019).

Baca juga: Pejabat Senior Taliban: Para Pemberontak Tetap Ingin Perdamaian

Sebanyak delapan pekerja pemilu yang tengah ditugaskan di pusat distrik untuk mendata pemilih menjelang pemilu presiden juga dilaporkan tewas dalam serangan. Demikian disampaikan juru bicara Komisi Pemilihan Independen (IEC) Afghanistan, Zabiullah Sadaat.

Pemilihan presiden Afghanistan telah dua kali mengalami penundaaan dari yang seharusnya digelar pada 28 September tahun lalu.

Taliban mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu, dengan salah seorang juru bicara menyampaikan dalam twitnya bahwa serangan itu telah menewaskan 57 pasukan keamanan.

Namun pihak Kementerian Dalam Negeri Afghanistan membantah klaim itu dan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pemberontak dapat dipukul mundur setelah menewaskan 25 anggota mereka.

Presiden Afghanistan Ashraf Ghani mengutuk serangan itu dan menyebutnya tindakan "biadab dan tidak termaafkan".

Serangan itu menjadi yang kesekian kalinya dari gelombang serangan yang tidak ada henti-hentinya dilancarkan Taliban.

Baca juga: Taliban Kirim Bom Mobil ke Kantor Organisasi Bantuan AS di Kabul

Taliban telah memegang kekuasaan di sekitar separuh wilayah Afghanistan dan secara teratur masih terus melancarkan serangan yang menargetkan aparat pemerintahan.

Serangan juga dilancarkan di provinsi Baghlan, pada Sabtu (29/6/2019), menewaskan setidaknya 25 anggota milisi pro-pemerintah.

Rangkaian kekerasan itu terjadi di tengah upaya yang ditingkatkan dari AS untuk mencapai akhir negosiasi untuk perang terpanjang Amerika, dengan Washington dan Taliban kembali membuka negosiasi baru di Doha akhir pekan ini.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diduga Mata-mata, 2 Diplomat China Diam-diam Diusir AS

Diduga Mata-mata, 2 Diplomat China Diam-diam Diusir AS

Internasional
AS Disebut Bakal Umumkan Penarikan 4.000 Tentara dari Afghanistan

AS Disebut Bakal Umumkan Penarikan 4.000 Tentara dari Afghanistan

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Istri Tewas Ditembak Saat Kepergok Berhubungan Seks | Risma Cerita soal Bonek di Turki

[POPULER INTERNASIONAL] Istri Tewas Ditembak Saat Kepergok Berhubungan Seks | Risma Cerita soal Bonek di Turki

Internasional
Di Turki, Risma Cerita soal Kelucuan Bonek

Di Turki, Risma Cerita soal Kelucuan Bonek

Internasional
Australia Bersiap Hadapi Hari Terpanas dalam Sejarah

Australia Bersiap Hadapi Hari Terpanas dalam Sejarah

Internasional
Ketahuan Berhubungan Seks dengan Pria Lain, Istri Tewas Ditembak Suaminya

Ketahuan Berhubungan Seks dengan Pria Lain, Istri Tewas Ditembak Suaminya

Internasional
Istri Terlalu Boros, Pria di India Bunuh Diri

Istri Terlalu Boros, Pria di India Bunuh Diri

Internasional
Pria 70 Tahun Tewas Dipukul Batu Bata, Polisi Hong Kong Tahan 5 Remaja

Pria 70 Tahun Tewas Dipukul Batu Bata, Polisi Hong Kong Tahan 5 Remaja

Internasional
Korea Utara Kembali Gelar 'Tes Krusial'

Korea Utara Kembali Gelar "Tes Krusial"

Internasional
Pukul dan Hantamkan Kepala Remaja ke Tanah, Polisi Ini Dipecat

Pukul dan Hantamkan Kepala Remaja ke Tanah, Polisi Ini Dipecat

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Jurnalis China Dimaafkan Netizen karena Fotonya Beredar | Arab Saudi Cabut Aturan Pisahkan Pria dan Wanita

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Jurnalis China Dimaafkan Netizen karena Fotonya Beredar | Arab Saudi Cabut Aturan Pisahkan Pria dan Wanita

Internasional
Bocah 3 Tahun Gores 10 Mobil Mewah, Si Ayah Diminta Ganti Rugi Rp 140 Juta

Bocah 3 Tahun Gores 10 Mobil Mewah, Si Ayah Diminta Ganti Rugi Rp 140 Juta

Internasional
Larang Murid Punya Rambut Poni, Sekolah di Thailand Jadi Sorotan

Larang Murid Punya Rambut Poni, Sekolah di Thailand Jadi Sorotan

Internasional
Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Internasional
Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X