Pemerintahan Trump Akan Sisakan 200 Tentara AS di Suriah

Kompas.com - 22/02/2019, 09:05 WIB
Kendaraan militer Amerika Serikat berjajar di depan fasilitas mereka di kota Manbij, Suriah, yang berbatasan dengan Turki.AFP/DELIL SOULEIMAN Kendaraan militer Amerika Serikat berjajar di depan fasilitas mereka di kota Manbij, Suriah, yang berbatasan dengan Turki.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump pernah menyatakan akan menarik pasukan militernya secara penuh dari Suriah.

Kini, Gedung Putih memastikan militer AS akan menyisakan kontingen kecil pasukan yang akan tetap berada di Suriah.

CNN mewartakan, militer AS bakal mempertahankan sekitar 200 tentara di negara tersebut.

"Kelompok kecil penjaga perdamaian terdiri sekitar 200 pasukan akan tetap berada di Suriah untuk jangka waktu tertentu," ujar juru bicara Gedung Putih Sarah Sanders, Kamis (21/2/2019).

Baca juga: Pasukan Kurdi Suriah Serahkan 130 Anggota ISIS Asal Irak ke Baghdad

Trump menuai kritik keras usai berencana menarik sekitar 2.000 atau lebih dari Suriah pada 30 April 2019, termasuk dari anggota Partai Republik.

Pada Desember 2018, Trump menyatakan kemenangan atas ISIS di Suriah, meski saat ini ribuan anggota kelompok itu masih bertahan di wilayah kekuasaan terakhir mereka.

Sekitar 200 tentara tersebut akan dibagi antara wilayah dekat perbatasan Irak-Yordania, At-Tanf, dan timur laut Suriah.

Dengan jumlah pasukan yang tersisa itu diyakini dapat melakukan pengawasan, pengintaian, serangan udara, kegiatan intelijen dan logistirk.

Selain itu, juga untuk membantu memastikan zona aman dengan kekuatan sekitar 1.500 tentara internasional dari koalisi beberapa negara, termasuk Perancis dan Inggris.

Menteri Pertahanan Belgia Didier Reynders yang berkunjung ke Pentagon pada Kamis mengatakan, Eropa bersedia untuk berbagai tawaran, tapi tetap membutuhkan mandat hukum bagi setiap misi Suriah.

Trump dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berbicara melalui telepon untuk menyepakati, penarikan pasukan AS dari Suriah harus dilakukan sesuai dengan kepentingan bersama.

"Kedua presiden sepakat untuk terus berkoordinasi pada pembentukan zona aman potensia di Suriah," demikian pernyataan yang dikutip dari kantor berita AFP.

Baca juga: Pasukan Kurdi Suriah: Anggota ISIS Menyerah atau Mati di Medan Pertempuran

Sementara itu, pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dipimpin Kurdi sangat menentang peran Turki dalam penegakan zona aman di timur laut Suriah.

AS saat ini memiliki lebih dari 2.000 tentara di Suriah untuk membantu SDF melawan ISIS.

Pasukan Suriah sebelumnya menyatakan, ISIS masih menguasai area yang hanya 700 meter persegi di sebuah kota di sepanjang Sungai Eufrat di Suriah.


Terkini Lainnya


Close Ads X