Pasukan Kurdi Suriah: Anggota ISIS Menyerah atau Mati di Medan Pertempuran

Kompas.com - 19/02/2019, 20:03 WIB
Anggota Pasukan Demokratik Suriah (SDF) berjaga di garis depan desa Baghouz, di luar Deir Azzor, yang berbatasan dengan Irak.AFP / DELIL SOULEIMAN Anggota Pasukan Demokratik Suriah (SDF) berjaga di garis depan desa Baghouz, di luar Deir Azzor, yang berbatasan dengan Irak.

DAMASKUS, KOMPAS.com - Pasukan Demokratik Suriah ( SDF) yang dipimpin pasukan Kurdi, mengatakan bakal membunuh anggota ISIS yang menolak untuk menyerah.

SDF yang didukung AS kini sedang mempersiapkan upaya serangan penghabisan ke wilayah pertahanan terakhir kelompok teroris ISIS yang disebut tersisa kurang dari 1 kilometer persegi.

Namun upaya serangan terakhir itu masih menunggu seluruh warga sipil di benteng pertahanan terakhir ISIS dapat dibebaskan.

Sementara untuk sisa anggota teroris yang masih bertahan, SDF hanya memberi dua pilihan, yakni menyerah atau terbunuh.

"Kami sedang berupaya untuk memisahkan warga sipil dan mengevakuasi mereka sebelum melancarkan serangan. Ini bisa saja terjadi segera," kata juru bicara SDF, Mustefa Bali, yang menolak memberi rincian lebih lanjut tentang rencana operasi yang akan dilakukan.

Baca juga: Bawa Ratusan Juta Dollar, 1.000 Anggota ISIS Kabur ke Pegunungan dan Gurun

"Anggota ISIS hanya memiliki dua pilihan, apakah mereka akan menyerah atau terbunuh dalam pertempuran," tambahnya, dikutip AFP, Selasa (19/2/2019).

ISIS mendeklarasikan kekhalifahan di Suriah dan Irak pada 2014. Saat itu, kelompok tersebut menguasai wilayah hampir seluas negara Inggris.

Kini, kelompok teroris itu tersisa di sebidang tanah kecil di dekat Desa Baghouz di Suriah timur.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia menyebutkan, ada lebih dari 36.000 orang, kebanyakan wanita dan anak-anak dari keluarga milisi, telah melarikan diri melalui koridor kemanusiaan yang dibuka SDF.

Dari ribuan orang tersebut, diketahui ada sekitar 3.100 anggota kelompok militan yang ikut melarikan diri.

Namun dalam tiga hari terakhir, dilaporkan tidak ada warga sipil yang terlihat keluar dari dalam wilayah kantong terakhir ISIS.

Mereka yang telah keluar kemudian diangkut menggunakan truk dan dibawa ke kamp-kamp pengungsian yang dikuasai Kurdi di Suriah utara.

Baca juga: Makin Terjepit, Berapa Luas Wilayah yang Kini Dikuasai ISIS di Suriah?

PBB, pada Selasa (19/2/2019) turut menyatakan keprihatinannya atas warga sipil, kebanyakan wanita dan anak-anak, yang masih terjebak maupun dicegah keluar oleh ISIS.

Di luar Baghouz, ribuan anggota ISIS dilaporkan masih banyak bersembunyi sebagai sel-sel tidur. Mereka tersebar di beberapa negara.

Di Suriah, sel tidur ISIS disebut masih ada di wilayah gurun Badia yang luas. Mereka juga mengklaim melakukan serangan memastikan di wilayah yang dikuasai SDF.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Raja Malaysia Hentikan Rombongannya untuk Tolong Korban Kecelakaan

Raja Malaysia Hentikan Rombongannya untuk Tolong Korban Kecelakaan

Internasional
Antisipasi Pencurian, Gerobak Bakso Ikan di Manila Dilengkapi CCTV

Antisipasi Pencurian, Gerobak Bakso Ikan di Manila Dilengkapi CCTV

Internasional
Cuaca di Jerman Panas, Seorang Pria Naik Motor Sambil Bugil

Cuaca di Jerman Panas, Seorang Pria Naik Motor Sambil Bugil

Internasional
Malaysia Gagalkan Penyelundupan 5.000 Ekor Kura-kura

Malaysia Gagalkan Penyelundupan 5.000 Ekor Kura-kura

Internasional
Kini Toilet Masuk Kurikulum Pendidikan Kader Partai Komunis China

Kini Toilet Masuk Kurikulum Pendidikan Kader Partai Komunis China

Internasional
Antar Makan Siang ke Teman, Wanita Ini Meloncat dari Ketinggian 300 Meter

Antar Makan Siang ke Teman, Wanita Ini Meloncat dari Ketinggian 300 Meter

Internasional
Diburu ISIS dan Kepalanya Dihargai Rp 14 Miliar, Siapakah Joanna Palani?

Diburu ISIS dan Kepalanya Dihargai Rp 14 Miliar, Siapakah Joanna Palani?

Internasional
Hari Ini dalam Sejarah: Kisah Penerbangan Helikopter untuk Kali Pertama

Hari Ini dalam Sejarah: Kisah Penerbangan Helikopter untuk Kali Pertama

Internasional
Presiden Iran: Kami Tidak Berniat Mempermalukan AS

Presiden Iran: Kami Tidak Berniat Mempermalukan AS

Internasional
Hendak Masuk AS, Ayah dan Bayinya Tewas Tenggelam di Sungai Meksiko

Hendak Masuk AS, Ayah dan Bayinya Tewas Tenggelam di Sungai Meksiko

Internasional
Rusia Pamerkan Drone Baru Mirip Burung Hantu Harry Potter

Rusia Pamerkan Drone Baru Mirip Burung Hantu Harry Potter

Internasional
Trump: Iran Bakal Lenyap jika Serang Orang Amerika

Trump: Iran Bakal Lenyap jika Serang Orang Amerika

Internasional
Trauma Diejek Ibunya Tidak Cantik, Wanita Ini Habis Rp 3 Miliar untuk Operasi Plastik

Trauma Diejek Ibunya Tidak Cantik, Wanita Ini Habis Rp 3 Miliar untuk Operasi Plastik

Internasional
Biaya Pernikahan Tinggi Bikin Warga Desa di China Jatuh Miskin

Biaya Pernikahan Tinggi Bikin Warga Desa di China Jatuh Miskin

Internasional
Hari Ini dalam Sejarah: Misi Pengiriman Makanan dan Sebab Berdirinya Tembok Berlin

Hari Ini dalam Sejarah: Misi Pengiriman Makanan dan Sebab Berdirinya Tembok Berlin

Internasional

Close Ads X