Kompas.com - 03/01/2019, 21:12 WIB
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (kanan) berjabat tangan dengan Presiden Irak Barham Saleh usai pertemuan di Ankara, Kamis (3/1/2019). AFP / ADEM ALTANPresiden Turki Recep Tayyip Erdogan (kanan) berjabat tangan dengan Presiden Irak Barham Saleh usai pertemuan di Ankara, Kamis (3/1/2019).

ANKARA, KOMPAS.com - Pemerintahan Turki dan Irak mengumumkan pada Kamis (3/1/2019) akan meningkatkan kerja sama dalam melawan terorisme.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dalam konferensi pers bersama Presiden Irak Barham Saleh di Ankara.

"Kami menyadari pentingnya kerja sama untuk mencapai kesuksesan dalam perjuangan kami melawan aksi teror. Insya Allah, di masa mendatang kami akan meningkatkan kerja sama dalam bidang ini," kata Erdogan seperti dikutip AFP.

Baca juga: Kurdi Suriah Minta Bantuan Assad, Begini Respon Erdogan

Erdogan menambahkan, jalinan kerja sama kedua negara turut didorong adanya ancaman bersama bagi kedua negara dari organisasi teroris, seperti kelompok ISIS dan milisi Kurdi.

Pernyataan Erdogan turut didukung Presiden Irak yang mengatakan negaranya ingin bekerja sama secara nyata dan strategis dengan Turki. Kerja sama tersebut nantinya tidak hanya akan melayani kedua negara namun juga seluruh wilayah Timur Tengah.

Pembicaraan antara kedua pemimpin negara tersebut terjadi usai dilancarkannya serangan udara oleh Ankara secara berulang kali ke wilayah Irak, tindakan yang memicu protes dari Baghdad.

Baghada pada saat itu mengecam serangan tersebut dan menyebutnya pelanggaran atas kedaulatannya, setelah Ankara menyerang milisi Kurdi di utara Irak, di Sinjar dan Gunung Karajak.

Jet tempur Turki juga sering kali membombardir lokasi persembunyian Partai Pkerja Kurdistan (PKK) yang dilarang setelah pemberontakan terhadap pemerintah sejak 1984 dan telah dimasukkan dalam daftar hitam kelompok teror oleh Ankara dan sekutu baratnya.

Kementerian Pertahanan Turki sebelumnya telah mengakui pesawat tempurnya melancarkan serangan dengan menargetkan lokasi PKK di Zap, Metina, Avasin-Basyan, dan wilayah Gara, pada Rabu (2/1/2019).

Erdogan juga telah memperingatkan bakal memperluas perlawanan melawan PKK hingga ke wilayah Irak dan meluncurkan operasi memerangi kelompok itu di Sinjar.

Baca juga: Erdogan Berjanji Bersihkan Suriah dari Milisi Kurdi

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.