Kompas.com - 21/12/2018, 23:28 WIB

ISTANBUL, KOMPAS.com - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berjanji akan mengusir milisi Kurdi yang didukung AS dan juga kelompok milisi ISIS dari Suriah.

Pernyataan itu disampaikan Erdogan menyusul keputusan AS untuk menarik pasukannya dari negara konflik tersebut.

"Dalam beberapa bulan ke depan kita akan melihat operasi yang bertujuan untuk menyingkirkan milisi YPG (Unit Perlindungan Rakyat Kurdi) dan elemen-elemen Daesh (ISIS) dari tanah Suriah," kata Erdogan di Istanbul, Jumat (21/12/2018).

Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah membuat pengumuman pada Rabu (19/12/2018) malam tentang pernyataan kemenangan atas ISIS di Suriah.

Baca juga: Ditanya soal Peluang Protes Damai di Turki, Erdogan Naik Pitam

Selain itu Trump juga memerintahkan untuk segera dilakukan proses penarikan sekitar 2.000 pasukan AS dari Suriah.

Sebelumnya, pada pekan lalu, Erdogan telah mengumumkan akan segera memulai operasi militer baru yang dipimpin pasukan Turki.

Erdogan menyatakan menyambut keputusan Trump, namun menegaskan bahwa pihaknya akan tetap waspada karena pengalaman buruk di masa lalu.

Pernyataan itu mengacu pada kekecewaan Ankara atas kegagalan pemerintahan AS dalam mewujudkan janjinya untuk berhenti memberikan dukungan militer kepada YPG untuk melawan ISIS.

November tahun lalu, para pejabat Turki mengatakan bahwa Trump telah berjanji untuk tidak memasok persenjataan kepada milisi YPG di Suriah, meski Gedung Putih tidak menyatakan janji itu secara eksplisit.

Dukungan militer AS kepada milisi YPG telah mengawali dimulainya peranan negara itu dalam pertempuran di Suriah yang bertujuan untuk melenyapkan kelompok teroris ISIS.

Sebelumnya diberitakan, Erdogan mengatakan pada 12 Desember bahwa Turki akan memulai operasi militer baru di Suriah utara dalam beberapa hari ke depan, namun pada 14 Desember, dia berbicara dengan Trump melalui telepon.

Menurut harian Turki, Hurriyet News, pada Jumat (21/12/2018), keputusan Trump untuk mundur dari Suriah terkait dengan komunikasi telepon tersebut.

Sementara Turki mengatakan akan menunggu sedikit lebih lama sebelum meluncurkan operasi militer baru ke Suriah.

Baca juga: Erdogan: Turki Bakal Mulai Operasi Militer Baru di Suriah

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.