Trump: Saya Sendirian di Gedung Putih

Kompas.com - 25/12/2018, 11:49 WIB
Presiden AS Donald Trump saat berada di Ruang Oval, di Gedung Putih, Washington DC. AFP / SAUL LOEBPresiden AS Donald Trump saat berada di Ruang Oval, di Gedung Putih, Washington DC.

WASHINGTON, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluhkan situasi di mana dirinya hanya "sendirian" di Gedung Putih, saat pemerintahan memasuki hari ketiga penutupan layanan atau shutdown.

Trump mengeluh melalui akun media sosial Twitter miliknya, menyebut keputusan Partai Demokrat yang menyebabkan terjadinya shutdown ketiga secara parsial pada pemerintahan AS.

Shutdown telah dimulai sejak Sabtu (22/12/2018) dini hari waktu setempat setelah Trump menolak untuk menandatangani RUU pembelanjaan negara, karena permintaannya untuk pendanaan Tembok Perbatasan AS-Meksiko sebesar 5  miliar dollar AS (sekitar Rp 72,8 triliun) tidak disetujui Kongres.

Partai Demokrat hanya bersedia menyetujui pendanaan untuk Tembok Perbatasan sebesar 1,3 miliar dollar AS (sekitar Rp 18,9 triliun).

Baca juga: Karena Isu Dana Tembok Perbatasan Rp 72 Triliun, AS Kembali Shutdown

"Saya sendirian di Gedung Putih, menunggu Demokrat untuk kembali dan menyetujui Tembok Perbatasan yang sangat dibutuhkan," tulis Trump dalam twitnya, Senin (24/12/2018) malam.

"Pada satu titik penolakan dari Demokrat akan membawa dampak kerugian pada Negara lebih banyak dari pada dana yang dibutuhkan untuk Tembok Perbatasan. Sungguh gila!" tambahnya.

Setelah shutdown memasuki hari ketiga dan telah mulai memasuki masa libur Natal dan Tahun Baru, dikhawatirkan penutupan layanan pemerintahan AS itu akan berlangsung hingga malam pergantian tahun.

Kepala Staf Gedung Putih, Mick Mulvaney memprediksi shutdown akan berlangsung hingga melewati 28 Desember.

"Jika itu terjadi, tidak menutup kemungkinan shutdown akan berlangsung saat masa jabatan baru Kongres dimulai pada 3 Januari," kata Mulvaney kepada ABC.

Akibat terjadinya shutdown, para pegawai di sembilan dari 15 departemen dan badan negara, termasuk Departemen Luar Negeri dan Departemen Kehakiman tak mendapat bayaran selama masa penutupan layanan.

Ratusan ribu pegawai negeri AS pun terpaksa dirumahkan atau bekerja tanpa bayaran.

Ini menjadi shutdown ketiga yang terjadi di AS sepanjang pemerintahan Trump. Shutdown pertama terjadi pada Januari lalu, tepat setahun setelah dia menjabat.

Baca juga: Shutdown AS Terancam Berlangsung hingga Tahun Baru

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER INTERNASIONAL] Pangeran Harry Bela Meghan Markle | Dubes AS Jadi Kontroversi karena Kumis

[POPULER INTERNASIONAL] Pangeran Harry Bela Meghan Markle | Dubes AS Jadi Kontroversi karena Kumis

Internasional
Paksa Babi 'Bungee Jumping' dari Ketinggian 70 Meter, Taman Bermain di China Dikecam

Paksa Babi "Bungee Jumping" dari Ketinggian 70 Meter, Taman Bermain di China Dikecam

Internasional
Harta 2.153 Orang Terkaya di Dunia pada 2019 Setara 4,6 Miliar Warga Miskin

Harta 2.153 Orang Terkaya di Dunia pada 2019 Setara 4,6 Miliar Warga Miskin

Internasional
Mahathir Cabut Aturan Pelajar Malaysia Harus Bersepatu Hitam

Mahathir Cabut Aturan Pelajar Malaysia Harus Bersepatu Hitam

Internasional
Kirim 150 Kontainer Sampah Plastik, Malaysia Tegaskan Tak Bakal Jadi Tempat Pembuangan

Kirim 150 Kontainer Sampah Plastik, Malaysia Tegaskan Tak Bakal Jadi Tempat Pembuangan

Internasional
Setelah Kebakaran Hutan, Australia Alami Hujan Es Sebesar Bola Golf

Setelah Kebakaran Hutan, Australia Alami Hujan Es Sebesar Bola Golf

Internasional
11 Warga Ukraina Korban Tewas Pesawat Boeing 737 yang Ditembak Iran Dikembalikan

11 Warga Ukraina Korban Tewas Pesawat Boeing 737 yang Ditembak Iran Dikembalikan

Internasional
75 Tahanan Kabur Massal dari Penjara Paraguay

75 Tahanan Kabur Massal dari Penjara Paraguay

Internasional
Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Internasional
Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Internasional
Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry 'Merendahkan Kerajaan Inggris'

Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry "Merendahkan Kerajaan Inggris"

Internasional
Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

Internasional
PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

Internasional
Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X