Kompas.com - 16/11/2018, 20:34 WIB

Sejumlah pakar mengatakan kemungkinan yang sedang diujicoba Korea merupakan bagian dari artileri jarak jauh, seperti peluncur roket.

Pakar militer dari Korea Selatan (Korsel) Yang Wook berujar, penggunaan kata taktis merujuk pada senjata yang bisa menyerang pangkalan selevel Amerika Serikat (AS).

Terakhir kali Korut mengumumkan uji coba senjata adalah November 2017, ketika itu rudal balistik antar-benua (ICBM) berhasll diluncurkan.

Uji coba persenjataan baru tersebut dilakukan di tengah meningkatnya suhu perundingan seputar pelucutan senjata nuklir Korut.

Baca juga: Korut Uji Coba Senjata Mutakhir, AS Tetap Percaya Janji Denuklirisasi

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber Newsweek
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.