Korea Utara Dikabarkan Lakukan Uji Coba Senjata Berteknologi Tinggi - Kompas.com

Korea Utara Dikabarkan Lakukan Uji Coba Senjata Berteknologi Tinggi

Kompas.com - 16/11/2018, 07:30 WIB
Tank Tentara Rakyat Korea (KPA) berbaris dalam parade militer yang digelar dalam rangka peringatan 70 tahun berdirinya Korea Utara di Alun-alun Kim Il Sung, Pyongyang, Minggu (9/9/2018).AFP / ED JONES Tank Tentara Rakyat Korea (KPA) berbaris dalam parade militer yang digelar dalam rangka peringatan 70 tahun berdirinya Korea Utara di Alun-alun Kim Il Sung, Pyongyang, Minggu (9/9/2018).

PYONGYANG, KOMPAS.com — Korea Utara dikabarkan telah sukses menjalankan pengujian persenjataan baru yang memiliki teknologi canggih.

Dilaporkan kantor berita Korea Utara, KCNA, uji coba senjata baru tersebut diawasi langsung oleh Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. Tidak diungkapkan jenis perangkat yang dilibatkan dalam uji coba itu.

"Kim Jong Un menginspeksi uji coba persenjataan taktis berteknologi canggih yang baru dikembangkan di Akademi Ilmu Pertahanan Nasional," tulis kantor berita tersebut, Jumat (16/11/2018).

Baca juga: Trump: AS Tahu tentang Pangkalan Rudal Korea Utara yang Disembunyikan

Disampaikan KCNA, Kim merasa sangat puas dengan hasil pengujian, yang disebutnya menjadi titik balik inovatif dalam meningkatkan kekuatan tempur Korea Utara.

"Senjata taktis berteknologi tinggi telah dikembangkan dalam waktu yang lama dan membangun pertahanan negara yang tidak tertembus serta memperkuat kemampuan tempur tentara rakyat kami," lanjut laporan KCNA.

Dilansir dari AFP, meski tidak disebutkan rincian peralatan persenjataan yang digunakan dalam pengujian, penggunaan kata taktis dalam laporan KCNA menunjukkan bahwa tidak ada roket balistik jarak jauh maupun perangkat nuklir yang terlibat.

Uji coba persenjataan baru tersebut dilakukan di tengah meningkatnya suhu perundingan seputar denuklirisasi.

Sebelumnya, Pyongyang telah mengumumkan menghentikan uji coba senjata nuklir dan rudal balistiknya pada April lalu. Pernyataan itu menjadi kunci perkembangan diplomatik yang berkembang pesat antara Korea Utara dengan AS.

Pada puncaknya, Presiden AS Donald Trump akhirnya bertemu dengan Kim Jong Un di Singapura yang menghasilkan kesepakatan denuklirisasi.

Namun, proses perundingan belakangan terhenti karena Washington dan Pyongyang yang masih mendebatkan makna dokumen yang ditandatangani Kim dan Trump di Singapura.

Pengujian persenjataan yang kembali dilakukan Korea Utara semakin menimbulkan keraguan terhadap masa depan denuklirisasi di Semenanjung Korea.

Baca juga: PBB Pertimbangkan Lagi Pengiriman Bantuan Kemanusiaan ke Korea Utara


Terkini Lainnya


Close Ads X