Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Warga Kuba Terpikat Jadi Tentara Rusia karena Gaji Besar dan Paspor

Kompas.com - 07/05/2024, 10:53 WIB
Egidius Patnistik

Editor

Sumber BBC

RUSIA diduga telah merekrut sejumlah warga Kuba untuk bergabung dengan pasukan yang berperang di Ukraina. Demikian menurut penelitian BBC.

Pada September dan Oktober 2023, data paspor milik 200 lebih warga Kuba yang diduga telah bergabung dengan tentara Rusia dibocorkan oleh platform pro-Ukraina bernama InformNapalm ke dunia maya. Data paspor itu diperoleh dengan meretas email petugas perekrutan militer Rusia di Tula, Moskwa selatan.

Pencarian melalui Facebook oleh BBC menunjukkan bahwa 31 nama yang disebutkan dalam data paspor yang bocor itu cocok dengan akun yang pemiliknya tampaknya sudah berada di Rusia atau terkait dengan tentara Rusia. Beberapa di antaranya, misalnya, mengunggah foto-foto mereka mengenakan seragam militer Rusia, atau berfoto di lokasi yang terdapat rambu-rambu jalan atau pelat nomor Rusia. Yang lain mencantumkan Rusia sebagai tempat tinggal mereka saat ini.

Banyak dari pengguna Facebook itu mulai memposting konten terkait Rusia pada paruh kedua tahun 2023, yang menunjukkan kapan mereka mungkin telah tiba di negara tersebut.

Rekrut Orang Asing dan Diimingi Gaji Besar

Sejak melancarkan invasi besar-besaran ke Ukraina, banyak tentara Rusia tewas atau terluka di medan perang. Investigasi BBC mengonfirmasi nama lebih dari 50.000 tentara Rusia yang tewas di Ukraina - namun jumlah sebenarnya kemungkinan jauh lebih tinggi. Perkiraan Ukraina menyebutkan jumlah tentara Rusia yang tewas atau terluka dalam perang tersebut hampir 500.000 orang.

Baca juga: Strategi Penggiling Daging Tewaskan 27.300 Tentara Rusia di Ukraina

Merekrut orang asing untuk menggantikan sebagian tentara yang tewas juga membantu Kremlin menghindari risiko yang ditimbulkan oleh upaya memobilisasi warga Rusia secara paksa. Ketika Rusia mendeklarasikan mobilisasi parsial pada tahun 2022, ratusan ribu orang meninggalkan negara tersebut.

Membawa orang-orang Kuba ke Rusia relatif mudah. Kedua negara telah menjadi sekutu sejak Perang Dingin, warga Kuba tidak memerlukan visa untuk bepergian ke Rusia dan penerbangan langsung ke Moskwa membuat perjalanan lebih mudah lagi.

Sementara itu, kontrak militer menggiurkan yang ditawarkan Rusia menarik minat para pria Kuba yang putus asa demi menghindari krisis ekonomi yang memburuk di pulau yang dikenai sanksi AS tersebut.

Dokumen-dokumen yang bocor di dunia maya dan laporan media menunjukkan, para pria Kuba ditawari gaji bulanan sekitar 2.000 dolar AS, jumlah yang sangat besar untuk Kuba, di mana gaji bulanan rata-rata di bawah 25 dollar. Janji kewarganegaraan Rusia mungkin juga memikat sebagian warga Kuba.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Mampukah Taiwan Pertahankan Diri jika China Menyerang?

Mampukah Taiwan Pertahankan Diri jika China Menyerang?

Internasional
Kematian Presiden Raisi Membuat Warga Iran Terbagi Jadi Dua Kubu

Kematian Presiden Raisi Membuat Warga Iran Terbagi Jadi Dua Kubu

Internasional
Amelia Earhart, Perempuan Pertama yang Melintasi Atlantik

Amelia Earhart, Perempuan Pertama yang Melintasi Atlantik

Internasional
Sosok Jacob Zuma, Mantan Presiden Afrika Selatan yang Didiskualifikasi dari Pemilu Parlemen

Sosok Jacob Zuma, Mantan Presiden Afrika Selatan yang Didiskualifikasi dari Pemilu Parlemen

Internasional
Iran Setelah Presiden Ebrahim Raisi Tewas, Apa yang Akan Berubah?

Iran Setelah Presiden Ebrahim Raisi Tewas, Apa yang Akan Berubah?

Internasional
Apa Itu Mahkamah Pidana Internasional (ICC) dan Mengapa ICC Mempertimbangkan Surat Perintah Penangkapan bagi Pemimpin Israel dan Hamas?

Apa Itu Mahkamah Pidana Internasional (ICC) dan Mengapa ICC Mempertimbangkan Surat Perintah Penangkapan bagi Pemimpin Israel dan Hamas?

Internasional
Tsai Ing-wen, Mantan Presiden Taiwan yang Dicintai Rakyat

Tsai Ing-wen, Mantan Presiden Taiwan yang Dicintai Rakyat

Internasional
Apa Tujuan Asli Putin Menginvasi Ukraina?

Apa Tujuan Asli Putin Menginvasi Ukraina?

Internasional
Siapa Ebrahim Raisi, Presiden Iran yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter?

Siapa Ebrahim Raisi, Presiden Iran yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter?

Internasional
Hubungan Israel-Mesir Memburuk Setelah Israel Duduki Perbatasan Rafah

Hubungan Israel-Mesir Memburuk Setelah Israel Duduki Perbatasan Rafah

Internasional
Minim Perlindungan, Tahanan di AS yang Jadi Buruh Rawan Kecelakaan Kerja

Minim Perlindungan, Tahanan di AS yang Jadi Buruh Rawan Kecelakaan Kerja

Internasional
Siapa 'Si Lalat' Mohamed Amra, Napi yang Kabur dalam Penyergapan Mobil Penjara di Prancis?

Siapa "Si Lalat" Mohamed Amra, Napi yang Kabur dalam Penyergapan Mobil Penjara di Prancis?

Internasional
Pemungutan Suara di Paris Bikin Pulau Milik Perancis di Pasifik Mencekam, Mengapa?

Pemungutan Suara di Paris Bikin Pulau Milik Perancis di Pasifik Mencekam, Mengapa?

Internasional
Perjalanan Hubungan Rusia-China dari Era Soviet sampai Saat Ini

Perjalanan Hubungan Rusia-China dari Era Soviet sampai Saat Ini

Internasional
Pertemanan Rusia-China Makin Erat di Tengah Tekanan Barat

Pertemanan Rusia-China Makin Erat di Tengah Tekanan Barat

Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com