Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

9 Mei, Hari Rusia Memperingati Kemenangan Soviet atas Nazi Jerman

Kompas.com - 13/05/2024, 17:02 WIB
Paramita Amaranggana,
Egidius Patnistik

Tim Redaksi

DI Rusia, tanggal 9 Mei dirayakan sebagai Victory Day atau Hari Kemenangan. Biasanya, pemerintah Rusia menggelar parade besar-besaran, menampilkan kekuatan militer Rusia untuk merayakan Hari Kemenangan.

Namun situasi di Rusia saat ini masih sangat tegang mengingat konflik Rusia-Ukraina yang sedang berlangsung. Tahun 2020, parade Hari Kemenangan dapat menampilkan sampai dengan lebih dari 20 tank. Tahun 2023 dan 2024, parade hanya bisa menampilkan satu tank saja. Hal ini karena banyak persenjataan yang harus dialokasikan untuk kebutuhan perang di Ukraina.

Walau demikian, perayaan Hari Kemenangan tahun ini tetap disambut antusias, terutama oleh Presiden Rusia, Vladimir Putin yang tidak absen untuk memberikan pidato.

Baca juga: Takut Ancaman Ukraina, Hari Kemenangan Rusia Dirayakan Berbeda

Apa itu Hari Kemenangan dan mengapa hari itu selalu dirayakan Rusia?

Awal Soviet Terlibat Perang Dunia II

Hari Kemenangan di Rusia didedikasikan sebagai momen untuk mengingat kembali keberhasilan Uni Soviet dalam melawan Nazi Jerman di Perang Dunia II. Walau saat itu Uni Soviet bukan satu-satunya kekuatan yang terlibat dalam perjuangan tersebut, beberapa sumber menyatakan Uni Soviet sebagai kontributor terbesar dalam kekalahan Nazi.

Uni Soviet merupakan negara diktator komunis yang berbasis di Moskwa, ibu kota Rusia. Pada saat Perang Dunia II, Uni Soviet berada di bawah kepemimpinan diktator Joseph Stalin.

Beberapa hari sebelum Perang Dunia II dimulai, Nazi Jerman dan Uni Soviet menandatangani Pakta Jerman-Soviet yang memiliki dua bagian: publik dan rahasia. Bagian pakta yang untuk publik menyatakan bahwa kedua negara tersebut berjanji untuk tidak menyerang satu sama lain selama 10 tahun ke depan. Sedangkan, bagian pakta yang bersifat rahasia menjelaskan sebuah protokol rahasia di mana kedua belah pihak sepakat untuk membagi wilayah Eropa Timur menjadi dua wilayah kekuasaan. Protokol rahasia ini juga termasuk kesepakatan untuk membagi Polandia menjadi dua.

Tak lagi harus khawatir akan intervensi Uni Soviet, Jerman pun akhirnya melancarkan serangan ke Polandia bagian barat pada 1 September. Pada tanggal 3 September, Inggris dan Prancis — yang lima bulan sebelumnya telah menyatakan janji untuk melindungi perbatasan Polandia – merespon serangan Jerman tersebut dengan mendeklarasikan perang. Demikian fenomena ini mengawali awal mula dari Perang Dunia II.

Tak lama setelah perang pecah, Uni Soviet pun menyusul Jerman dan menganeksasi Polandia bagian timur. Sejak saat itu, Uni Soviet dan Jerman terus berekspansi sesuai dengan porsinya masing-masing sebagaimana telah disepakati dalam pakta.

Sampai pada musim panas tahun 1940, Uni Soviet telah menguasai negara-negara Baltik dan mengambil alih provinsi Bukovina Utara dan Bessarabia di Rumania. Di sisi lain, Jerman juga saat itu telah berhasil menduduki Denmark, Norwegia, Belgia, dan Belanda. Jerman juga telah berhasil mengalahkan Prancis.

Sampai di titik tersebut, tampaknya Pakta Jerman-Soviet masih berfungsi sesuai dengan maksudnya. Namun siapa sangka, rupanya pakta tersebut sedari awal hanyalah akal-akalan Adolf Hitler, pemimpin Nazi Jerman, untuk dapat mengamankan posisinya di Eropa Timur. Setelah mendapatkan apa yang diinginkan, Hitler mulai menyusun rencana untuk menyerang Uni Soviet.

Baca juga: AS Tuduh Putin Sebar Disinformasi di Hari Kemenangan, Bagaimana Faktanya?

Pada 18 Desember 1940, Hitler menandatangani Directive 21, sebutan khusus yang merujuk pada rencana invasi ke Uni Soviet yang memiliki nama asli Operasi Barbarossa. Operasi tersebut ditargetkan hanya berlangsung dalam beberapa minggu saja (lightning war) untuk menghindari konflik berkepanjangan. Pada 22 Juni 1941, operasi ini secara resmi dimulai.

Operasi Barbarossa dinilai sebagai operasi militer terbesar yang pernah terjadi sepanjang sejarah perang. Bagaimana tidak, operasi militer tersebut melibatkan tiga kelompok tentara, termasuk lebih dari tiga juta tentara Jerman dan lebih dari setengah juta tentara dari para sekutunya (Finlandia, Rumania, Hongaria, Italia, Slovakia, dan Kroasia).

Selama berbulan-bulan sebelum invasi tersebut, Uni Soviet sebenarnya telah mendapatkan peringatan dari Inggris dan Amerika Serikat (AS) terkait potensi penyerangan Jerman. Meski begitu, Stalin tidak mengindahkan peringatan tersebut. Akibatnya, jutaan tentara Soviet pun terkepung dan kewalahan. Hitler bahkan sangat yakin akan mengalahkan Soviet dengan cepat.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Mampukah Taiwan Pertahankan Diri jika China Menyerang?

Mampukah Taiwan Pertahankan Diri jika China Menyerang?

Internasional
Kematian Presiden Raisi Membuat Warga Iran Terbagi Jadi Dua Kubu

Kematian Presiden Raisi Membuat Warga Iran Terbagi Jadi Dua Kubu

Internasional
Amelia Earhart, Perempuan Pertama yang Melintasi Atlantik

Amelia Earhart, Perempuan Pertama yang Melintasi Atlantik

Internasional
Sosok Jacob Zuma, Mantan Presiden Afrika Selatan yang Didiskualifikasi dari Pemilu Parlemen

Sosok Jacob Zuma, Mantan Presiden Afrika Selatan yang Didiskualifikasi dari Pemilu Parlemen

Internasional
Iran Setelah Presiden Ebrahim Raisi Tewas, Apa yang Akan Berubah?

Iran Setelah Presiden Ebrahim Raisi Tewas, Apa yang Akan Berubah?

Internasional
Apa Itu Mahkamah Pidana Internasional (ICC) dan Mengapa ICC Mempertimbangkan Surat Perintah Penangkapan bagi Pemimpin Israel dan Hamas?

Apa Itu Mahkamah Pidana Internasional (ICC) dan Mengapa ICC Mempertimbangkan Surat Perintah Penangkapan bagi Pemimpin Israel dan Hamas?

Internasional
Tsai Ing-wen, Mantan Presiden Taiwan yang Dicintai Rakyat

Tsai Ing-wen, Mantan Presiden Taiwan yang Dicintai Rakyat

Internasional
Apa Tujuan Asli Putin Menginvasi Ukraina?

Apa Tujuan Asli Putin Menginvasi Ukraina?

Internasional
Siapa Ebrahim Raisi, Presiden Iran yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter?

Siapa Ebrahim Raisi, Presiden Iran yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter?

Internasional
Hubungan Israel-Mesir Memburuk Setelah Israel Duduki Perbatasan Rafah

Hubungan Israel-Mesir Memburuk Setelah Israel Duduki Perbatasan Rafah

Internasional
Minim Perlindungan, Tahanan di AS yang Jadi Buruh Rawan Kecelakaan Kerja

Minim Perlindungan, Tahanan di AS yang Jadi Buruh Rawan Kecelakaan Kerja

Internasional
Siapa 'Si Lalat' Mohamed Amra, Napi yang Kabur dalam Penyergapan Mobil Penjara di Prancis?

Siapa "Si Lalat" Mohamed Amra, Napi yang Kabur dalam Penyergapan Mobil Penjara di Prancis?

Internasional
Pemungutan Suara di Paris Bikin Pulau Milik Perancis di Pasifik Mencekam, Mengapa?

Pemungutan Suara di Paris Bikin Pulau Milik Perancis di Pasifik Mencekam, Mengapa?

Internasional
Perjalanan Hubungan Rusia-China dari Era Soviet sampai Saat Ini

Perjalanan Hubungan Rusia-China dari Era Soviet sampai Saat Ini

Internasional
Pertemanan Rusia-China Makin Erat di Tengah Tekanan Barat

Pertemanan Rusia-China Makin Erat di Tengah Tekanan Barat

Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com