Ribut dengan Melania Trump, Wakil Penasihat Keamanan Nasional Dicopot

Kompas.com - 15/11/2018, 12:26 WIB
Ibu Negara Amerika Serikat, Melania Trump. AFP / SAUL LOEBIbu Negara Amerika Serikat, Melania Trump.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com — Wakil penasihat keamanan nasional Gedung Putih Mira Ricardel melepaskan jabatannya sehari setelah Ibu Negara Amerika Serikat Melania Trump meminta agar dia dipecat.

Diwartakan CNN, Ricardel secara resmi dipaksa mundur dari pekerjaannya selama tujuh bulan terakhir itu pada Rabu (14/11/2018).

Menurut keterangan dari Sekretaris Pers Gedung Putih Sarah Sanders, dia akan dipindahkan ke posisi lainnya di pemerintahan.

Belum ada nama yang diusulkan untuk mengisi jabatannya.


Baca juga: Melania Trump Minta Wakil Penasihat Keamanan Nasional Dipecat

Ricardel terlibat perselisihan dengan staf Melania selama istri Donald Trump itu melakukan kunjungan ke Afrika pada bulan lalu.

Keduanya dilaporkan bertengkar soal pengaturan tempat duduk di pesawat.

CNBC mencatat, sangat tidak biasa bagi seorang ibu negara atau kantornya untuk mempertimbangkan urusan personalia, terutama staf keamanan nasional presiden.

Selama perjalanan tur di Afrika, Melania mengatakan kepada ABC dalam wawancara, ada orang-orang di Gedung Putih yang dia tidak percayai.

"Ini merupakan posisi Kantor Ibu Negara bahwa dia tidak lagi pantas mendapat kehormatan melayani di Gedung Putih," demikian pernyataan dari juru bicara Melania Trump, Stephanie Grisham.

BBC mengabarkan, pemecatan Ricardel menyusul spekulasi soal Trump yang akan mengganti sejumlah pejabat di Sayap Barat Gedung Putih.

Trump diisukan sedang mempersiapkan pemecatan Kepala Staf Gedung Putih John Kelly atau Menteri Dalam negeri Kirstjen Nielsen.

Baca juga: Muncul Asap di Kabin, Pesawat Melania Trump Terpaksa Putar Balik

Sejauh ini, Ricardel belum memberikan komentar terkait pemecatannya.

Ricardel merupakan anak dari orangtua imigran asal Kroasia. Dia pernah memegang posisi selama tiga pemerintahan Partai Republik, bekerja di Kementerian Luar Negeri, Pertahanan, dan Perdagangan.

Dia juga pernah bekerja di sektor swasta, termasuk Boeing, sebelum akhirnya terpilih dalam tim transisi kepresidenan Trump sebagai penasihat Pentagon.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber CNN,BBC,CNBC
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bubarkan Demonstran, Polisi Hong Kong 'Tak Sengaja' Tembakkan Meriam Air ke Arah Masjid

Bubarkan Demonstran, Polisi Hong Kong "Tak Sengaja" Tembakkan Meriam Air ke Arah Masjid

Internasional
Patuhi Kesepakatan Gencatan Senjata, Pasukan Kurdi Suriah Tinggalkan 'Zona Aman'

Patuhi Kesepakatan Gencatan Senjata, Pasukan Kurdi Suriah Tinggalkan "Zona Aman"

Internasional
Mutiara Berusia 8.000 Tahun Bakal Dipamerkan Pertama Kali di Abu Dhabi

Mutiara Berusia 8.000 Tahun Bakal Dipamerkan Pertama Kali di Abu Dhabi

Internasional
Hadiri Pelantikan Jokowi, Ini Kerja Sama Bilateral yang Ingin Ditingkatkan PM Singapura

Hadiri Pelantikan Jokowi, Ini Kerja Sama Bilateral yang Ingin Ditingkatkan PM Singapura

Internasional
Berusaha Bunuh Pasukan SAS Inggris, ISIS Pasang Bom Bunuh Diri di Bra

Berusaha Bunuh Pasukan SAS Inggris, ISIS Pasang Bom Bunuh Diri di Bra

Internasional
Mahathir Tiba di Jakarta untuk Hadiri Pelantikan Jokowi-Ma'ruf Amin

Mahathir Tiba di Jakarta untuk Hadiri Pelantikan Jokowi-Ma'ruf Amin

Internasional
Lagi, Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Diserang Orang Tak Dikenal

Lagi, Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Diserang Orang Tak Dikenal

Internasional
Pria di Harlem Tembak Tetangga Apartemen karena Terlalu Berisik

Pria di Harlem Tembak Tetangga Apartemen karena Terlalu Berisik

Internasional
Erdogan Ancam Bakal 'Hancurkan Kepala' Pasukan Kurdi Jika Tak Keluar dari Zona Aman

Erdogan Ancam Bakal "Hancurkan Kepala" Pasukan Kurdi Jika Tak Keluar dari Zona Aman

Internasional
ISIS Pakai Jenazah Anak-anak untuk Jebakan Granat, Nyaris Lukai Pasukan Khusus Inggris SAS

ISIS Pakai Jenazah Anak-anak untuk Jebakan Granat, Nyaris Lukai Pasukan Khusus Inggris SAS

Internasional
Warga Protes Kenaikan Harga Tiket Kereta, Presiden Chile Umumkan Keadaan Darurat

Warga Protes Kenaikan Harga Tiket Kereta, Presiden Chile Umumkan Keadaan Darurat

Internasional
Dari 80 Detik hingga 19 Jam, Inilah Penerbangan Tersingkat dan Terlama di Dunia

Dari 80 Detik hingga 19 Jam, Inilah Penerbangan Tersingkat dan Terlama di Dunia

Internasional
Pemilu Kanada 2019, Bagaimana Peluang PM Justin Trudeau untuk Kembali Terpilih?

Pemilu Kanada 2019, Bagaimana Peluang PM Justin Trudeau untuk Kembali Terpilih?

Internasional
Presiden Meksiko Dukung Keputusan Pihak Keamanan Bebaskan Putra El Chapo

Presiden Meksiko Dukung Keputusan Pihak Keamanan Bebaskan Putra El Chapo

Internasional
Korban Tewas Ledakan di Masjid Afghanistan Jadi 62 Orang, Taliban Bantah Terlibat

Korban Tewas Ledakan di Masjid Afghanistan Jadi 62 Orang, Taliban Bantah Terlibat

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X