Wapres AS Bantah Jadi Penulis Rencana Memakzulkan Trump - Kompas.com

Wapres AS Bantah Jadi Penulis Rencana Memakzulkan Trump

Kompas.com - 06/09/2018, 19:52 WIB
Wakil Presiden AS Mike Pence tidak akan diterima di Palestina menyusul pengakuan AS terhadap Yerusalem.TIMOTHY A. CLARY / AFP Wakil Presiden AS Mike Pence tidak akan diterima di Palestina menyusul pengakuan AS terhadap Yerusalem.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Mike Pence dia menjadi penulis opini tentang rencana melengserkan Presiden Donald Trump.

Pernyataan tersebut disampaikan juru bicaranya Jarrod Agen, seperti diwartakan kantor berita AFP Kamis (6/9/2018).

Baca juga: Staf Gedung Putih Sebut Ada Rencana Menyingkirkan Presiden Trump

Di internet, netizen mulai menduga Pence merupakan sosok staf Gedung Putih yang menulis opini di New York Times.

Sebabnya terdapat kata lodestar (Bintang Timur). Kata yang acap digunakan Pence setiap kali dia berpidato.

"Nama wapres dicatut. Seharusnya The Times malu. Begitu juga orang yang menulis laporan palsu, tak logis, dan pengecut," kata Agen.

Sebelumnya, seorang yang mengaku staf Gedung Putih menulis opini di New York Times bahwa terdapat usaha untuk memakzulkan Trump.

Sebabnya, Trump dianggap menimbulkan risiko bagi Amerika Serikat (AS). Apalagi setelah dia mulai menjalin hubungan dengan Rusia dan Korea Utara.

Terdapat kasak-kusuk yang beredar di kalangan pejabat Gedung Putih untuk mengaktifkan Amandemen ke-25 sebagai upaya pemakzulan.

Amandemen tersebut memberikan kewenangan kepada Pence dan sejumlah menteri untuk mencopot presiden 72 tahun itu dari jabatannya.

Pernyataan si staf anonim itu keluar sehari setelah rilis buku karangan jurnalis Bob Woodward, Fear: Trump in the White House.

"Kami sudah ikut tenggelam bersama Trump, dan membiarkan segala perbuatan sopan kami tercerabut," kata staf anonim itu.

Opini itu membuat Trump berang. Presiden ke-45 dalam sejarah AS tersebut meminta The Times mengungkap nama si penulis dan menyerahkannya ke polisi.

Baca juga: Gedung Putih Buru Staf yang Ungkap Rencana Lengserkan Trump


Komentar
Close Ads X