Kompas.com - 13/08/2018, 22:23 WIB

3. Meraih Bintang Empat
Oktober 1998, PM Sharif dan Ketua Staf Jenderal AD, Jehangir Karamat, terlibat intrik setelah Karamat menekankan perlunya pembentukan Dewan Keamanan Nasional.

Proposal itu disikapi dengan rasa permusuhan yang berujung keputusan Sharif untuk mencopot Karamat dari posisinya.

Pasca-pencopotan Karamat, terdapat tiga orang perwira tinggi berpangkat letnan jenderal yang menjadi calon kuat.

Antara lain Ali Kuli Khan, Khalid Nawaz Khan, dan Musharraf yang dijagokan karena dianggap tentara tegas dengan pandangan demokratik.

Dua politisi top Pakistan, Nisar Ali Khan dan Shahbaz Sharif merekomendasikan Musharraf. PM Sharif akhirnya mengangkat Musharraf menggantikan Karamat.

Baca juga: Ancaman Pemenggalan untuk Tim Pengacara Musharraf

4. Konflik Kirgil dan Awal Keretakan Hubungan
Pada Mei sampai Juli 1999, Pakistan dan India kembali terlibat bentrokan yang dikenal dengan Konflik Kirgil di wilayah Kashmir.

Musharraf yang menjabat sebagai Ketua Staf Gabungan menginisiasi rencana tersebut. Dia melakukan penyusupan rahasia ke Kirgil selama Maret-Mei 1999.

Namun, rencana tersebut diketahui India. Konon, intelijen India telah mengetahui rencana tersebut beberapa pekan sebelum digulirkan.

Delhi segera mengadakan serangan skala besar menggunakan artileri berat dan penyergapan malam yang membuat serdadu Pakistan kaget.

Dengan kesulitan yang dialami Pakistan di medan tempur, muncul rencana mereka untuk membombardir India menggunakan nuklir.

Namun, kabar tersebut sampai ke telinga mantan Presiden AS Bill Clinton, dan memperingatkan PM Sharif untuk menarik rencana tersebut.

Mendapat tekanan internasional, Sharif memutuskan menarik dukungannya. Keputusannya itu kemudian memunculkan rumor akan adanya kudeta.

Pakistan menanggung malu karena peristiwa tersebut dengan menarik mundur pasukannya dari medan pertempuran.

Sharif dan Musharraf mulai terlibat intrik di mana mereka saling menyalahkan atas kekalahan dalam Perang Kirgil.

Belum lagi Musharraf harus berseteru dengan jenderal lain seperti Kepala Staf AL Fasih Bokhari, Kepala Staf AU PQ Mehdi, dan Letjen senior Ali Kuli Khan.

Baca juga: Untuk Pertama Kali, Pervez Musharraf Hadir di Pengadilan

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.