Untuk Pertama Kali, Pervez Musharraf Hadir di Pengadilan

Kompas.com - 18/02/2014, 16:20 WIB
Para pendukung mantan pemimpin militer Pakistan, Pervez Musharraf, menggelar aksi pada 9 Februari lalu di kota Karachi. Saat itu, Musharraf dirawat di rumah sakit militer karena serangan jantung. Pada Selasa (18/2/2014), untuk pertama kalinya Pervez Musharraf hadir di pengadilan untuk menghadapi dakwaan pengkhianatan. RIZWAN TABASSUM / AFPPara pendukung mantan pemimpin militer Pakistan, Pervez Musharraf, menggelar aksi pada 9 Februari lalu di kota Karachi. Saat itu, Musharraf dirawat di rumah sakit militer karena serangan jantung. Pada Selasa (18/2/2014), untuk pertama kalinya Pervez Musharraf hadir di pengadilan untuk menghadapi dakwaan pengkhianatan.
EditorErvan Hardoko
ISLAMABAD, KOMPAS.com - Mantan pemimpin militer Pakistan, Pervez Musharraf, Selasa (18/2/2014), untul kali pertama datang di pengadilan untuk menghadapi dakwaan pengkhianatan.

Pria berusia 70 tahun itu datang ke Perpustakan Nasional Islamabad yang digunakan sebagai ruang sidang, dengan pengawalan ketat dan diiringi setidaknya enam mobil.

Musharraf merpakan mantan pemimpin militer pertama Pakistan yang diadili. Sehingga sidang ini menjadi sebuah ujian bagi pemerintahan sipil di negeri yang selama lebih dari setengah abad dipimpin militer lewat tiga kali kudeta.

Musharraf didakwa melakukan pengkhianatan terhadap negara, sebuah tindakan kriminal yang bisa berujung hukuman mati. Dakwaan pengkhianatan itu ditimpakan kepada Musharraf terkait kebijakannya membekukan konstitusi dan menyatakan negara dalam keadaan darurat pada 2007 saat dia menjabat presiden.

Sebenarnya, Musharraf diperintahkan hadir ke pengadilan pada 24 Desember 2013. Akibat adanya ancaman pembunuhan dan alasan kesehatan, Musharraf akhirnya batal datang ke pengadilan.

Musharraf juga sempat mempertanyakan hak sebuah pengadilan sipil menyidangkan seorang mantan panglima angkatan darat seperti dirinya. Saat itu Musharraf bersikukuh dia hanya bisa diadili di pengadilan militer.

Dia juga menuding PM Nawaz Sharif, yang dia gulingkan lewat kudeta pada 1999, sedang melakukan pembalsan dendam dan dia meminta izin untuk menjalani perawatan medis di luar negeri. Permintaan Musharraf ini ditolak.

Pada Maret 2013, Musharraf kembali ke Pakistan dari pengasingan untuk mengikuti pemilihan umum. Namun, rencananya berkuasa kembali gagal setelah dia trak diizinkan mengikuti pemilu.

Sejak dia tiba kembali di Pakistan, pemerintah langsung melarang keikutsertaannya dalam pemilu dan menghujaninya dengan setumpuk dakwaan hukum terkait masa pemerintahannya pada 1999-2008.

Salah satu dakwaan hukum yang kini menjerat Musharraf adalah terlibat pembunuhan mantan perdana menteri Benazir Bhutto pada Desember 2007.

Sejauh ini, belum ada kabar adanya kesepakatan di bawah tangan untuk mengirim Musharraf secara diam-diam ke luar negeri sebelum sidang digelar. Rencana itu kemungkinan dilakukan untuk menghindari bentrokan antara pemerintah dan militer.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Sumber
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X