Taliban Mengklaim Bertemu Pejabat AS Bahas Perdamaian

Kompas.com - 28/07/2018, 20:00 WIB
Anggota Taliban di Distrik Shindand, provinsi Herat, Afghanistan, 27 Mei 2016. AP PHOTOAnggota Taliban di Distrik Shindand, provinsi Herat, Afghanistan, 27 Mei 2016.

KABUL, KOMPAS.com - Seorang anggota Taliban mengklaim, mereka telah bertemu seorang pejabat Amerika Serikat ( AS).

Dilaporkan Sky News Sabtu (28/7/2018), dari keterangan sumber itu, Taliban telah melakukan diskusi terkait perdamaian kepada diplomat itu.

Baca juga: AS Siap Bertemu Langsung dengan Taliban

Adapun diplomat yang dimaksud adalah Alice Wells, yang menjabat sebagai utusan AS untuk kawasan Asia Selatan.

"Ini masih diskusi awal. Mereka bertemu untuk membahas agenda pertemuan berikutnya dan kontak," kata pejabat anonim tersebut.

Washington tidak memberikan bantahan maupun konfirmasi atas kabar tersebut. Namun, Wells dilaporkan tengah berada di Qatar pekan ini.

Mantan Duta Besar AS untuk Jordania itu bertemu pemerintahan setempat untuk membahas "perkembangan perdamaian di Afghanistan.

AS menambahkan bahwa mereka mencoba semua skenario untuk perdamaian dan tetap mempertahankan kontak dengan pemerintah Afghanistan.

Adapun anggota anonim yang memberi tahu soal pertemuan tersebut merupakan pejabat senior pada kantor politik Taliban di Qatar

AS memimpin sekutunya untuk menginvasi Afghanistan setelah insiden pada 11 September 2001, atau yang dikenal dengan 9/11.

2017 lalu, Presiden Donald Trump menegaskan pasukannya bakal berada di sana hingga mereka meraih "kemenangan" di Afghanistan.

Adapun Inggris mengerahkan 440 personel militer non-tempur di sana, sekaligus memenuhi komitmen mereka sebagai anggota NATO.

Baca juga: Kampanye Partai Penentang Taliban Diserang Bom Bunuh Diri



Sumber Sky
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X