Sidang Pemakzulan Trump Bakal Jadi Prioritas Senat AS pada Januari 2020

Kompas.com - 12/12/2019, 14:37 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berbicara saat peluncuran Komando Luar Angkasa (SpaceCom) di Rose Garden, Gedung Putih, pada 29 Agustus 2019. AFP/SAUL LOEBPresiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berbicara saat peluncuran Komando Luar Angkasa (SpaceCom) di Rose Garden, Gedung Putih, pada 29 Agustus 2019.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Senat AS menyatakan, sidang pemakzulan Presiden Donald Trump bakal jadi "prioritas" mereka pada Januari 2020.

Komite Kehakiman DPR AS dilaporkan bakal berkumpul pada Rabu (11/12/2019) malam untuk mendiskusikan dua pasal yang diajukan.

Dua pasal pemakzulan yang disangkakan kepada Trump adalah penyalahgunaan kekuasaan, serta menghalangi penyelidikan yang dilakukan Kongres.

Baca juga: Dua Pasal Pemakzulan Trump Resmi Dirilis, Apa Isinya?


Nantinya, pasal itu diprediksi bakal disepakati dalam sidang Komite Kehakiman DPR AS pada Kamis (12/12/2019) waktu setempat.

Setelah itu, dua artikel tersebut bakal dibawa ke level paripurna pekan depan, di mana DPR AS yang dikuasai Demokrat diyakini bakal meloloskan.

Dilansir AFP, kasus itu kemudian bakal diserahkan kepada Senat, di mana mereka bakal bersidang paling cepat awal pada Januari 2020.

"Persidangan itu bakal menjadi prioritas pertama kami di Januari," ujar Pemimpin Mayoritas Senat, Mitch McConnell.

Dari Senat, kemungkinan Trump untuk dicopot dari jabatannya semakin kecil. Sebab, Republik yang merupakan partai asal sang presiden mendominasi.

Hingga saat ini, belum ada sinyal bakal ada politisi Republik yang merapat ke kubu Demokrat untuk mendukung pemakzulan.

McConnell pun menyerang Demokrat dengan menyatakan, mereka begitu gigih menyingkirkan Trump sejak Januari 2017.

Politisi 77 tahun itu menuturkan, DPR AS begitu terburu-buru memproses pemakzulan berdasarkan bukti yang begitu kurang.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

11 Warga Ukraina Korban Tewas Pesawat Boeing 737 yang Ditembak Iran Dikembalikan

11 Warga Ukraina Korban Tewas Pesawat Boeing 737 yang Ditembak Iran Dikembalikan

Internasional
75 Tahanan Kabur Massal dari Penjara Paraguay

75 Tahanan Kabur Massal dari Penjara Paraguay

Internasional
Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Internasional
Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Internasional
Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry 'Merendahkan Kerajaan Inggris'

Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry "Merendahkan Kerajaan Inggris"

Internasional
Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

Internasional
PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

Internasional
Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Internasional
Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Internasional
2 Orang di China Meninggal akibat Virus Misterius Mirip SARS

2 Orang di China Meninggal akibat Virus Misterius Mirip SARS

Internasional
Dianggap Berdosa, Ibu Hamil dan 5 Anaknya Disiksa hingga Tewas

Dianggap Berdosa, Ibu Hamil dan 5 Anaknya Disiksa hingga Tewas

Internasional
Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

Internasional
Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X