Kompas.com - 11/11/2019, 15:44 WIB

Dalam laporan yang beredar pekan lalu itu, seorang pemberontak Suriah yang didukung Ankara menginjak jenazah milisi perempuan Kurdi.

Diketahui, pria itu adalah bagian dari Tentara Nasional Suriah (SNA), dilatih dan dipersenjatai, serta berada dalam komando Turki langsung.

O'Brien mengatakan, dia sudah mendapat jaminan bahwa Turki akan mengusutnya, serta menegaskan AS tidak akan berdiam diri atas kabar tersebut.

Selain melangsungkan pertemuan dengan Erdogan, Trump dijadwalkan bertemu dengan Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg pekan depan.

Baca juga: Disorot karena Beli Sistem Rudal S-400 dari Rusia, Jawaban Erdogan Begini

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber Politico
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.