Kompas.com - 06/08/2019, 21:22 WIB

ANKARA, KOMPAS.com - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menanggapi sorotan terhadapnya terkait keputusan membeli sistem rudal S-400 dari Rusia dan memanaskan hubungan dengan AS.

Dalam wawancara dengan Haberturk TV sebagaimana dikutip TASS Selasa (6/8/2019), Erdogan menyatakan pembelian sistem pertahanan itu adalah langkah bisnis.

"Pembelian sistem rudal S-400 tidak akan mencederai NATO maupun jet tempur F-35," ujar Erdogan yang menyerukan agar dibentuk tim gabungan Turki-AS terkait S-400.

Baca juga: Erdogan Sebut Atas Izin Tuhan, Sistem Rudal S-400 Beroperasi April 2020

Dia kemudian mendesak Presiden AS Donald Trump untuk "bertindak tepat", dan tidak membiarkan hubungan bilateral antara AS dan Turki rusak karena S-400.

Kabar tentang ketertarikan Ankara dalam membeli sistem rudal berkode NATO SA-21 Growler itu muncul pada November 2016. Setahun berselang, Erdogan mengumumkan dia sudah meneken kontrak.

Kepala perusahaan negara Rostec Sergey Chemezov menjelaskan, Turki sudah melakukan pembayaran uang muka dalam transaksi bernilai 2,5 miliar dollar AS, atau Rp 35,6 triliun.

Kemudian Kementerian Pertahanan Turki menyatakan gelombang pengiriman pertahanan yang dibuat oleh pabrikan Almaz-Antey itu bakal dimulai 12 Juli mendatang.

Washington menyebut pembelian rudal tersebut tidak sesuai dengan gaya NATO, dan menyatakan mengeluarkan Turki dari program jet tempur generai kelima F-35.

Sistem rudal S-400 didesain untuk menjatuhkan dan melenyapkan segala ancaman di angkasa, dengan pasukan Rusia sudah menggunakannya 2007 silam.

Sistem itu terdiri dari sejumlah kendaraan. Yakni mobil komando, kendaraan radar dengan berbagai fungsi, serta kendaraan peluncur yang masing-masing mengangkut empat rudal.

Puluhan S-400 disebut sudah disiagakan di seantero Rusia. Di antaranya di kawasan paling barat seperti Kaliningrad hingga daerah timur jauh.

Empat unit S-400 dilaporkan juga sudah dikerahkan di Crimea, semenanjung Laut Hitam yang direbut Rusia dari Ukraina pada konflik 2014 silam.

S-400 adalah salah satu sistem pertahanan tercanggih dunia. Namun, sistem tersebut relatif disukai karena harganya yang lebih murah dibanding Patriot.

Baca juga: Trump Salahkan Obama sebagai Penyebab Turki Beli S-400, Begini Fakta Sebenarnya

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber TASS
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.