China Peringatkan Turki Hentikan Aksi Militer dan Kembali pada Resolusi Politik yang Benar

Kompas.com - 15/10/2019, 20:57 WIB
Pasukan milisi Suriah yang didukung Turki menembakkan senapan mesin di kota perbatasan Tal Abyad, Minggu (13/10/2019).
AFP / BAKR ALKASEMPasukan milisi Suriah yang didukung Turki menembakkan senapan mesin di kota perbatasan Tal Abyad, Minggu (13/10/2019).

BEIJING, KOMPAS.com - China menyerukan kepada Turki untuk segera menghentikan operasi militernya di Suriah utara dan mendesak Ankara untuk kembali kepada resolusi politik yang benar.

Turki telah melancarkan serangan militer ke Suriah, Rabu (9/10/2019) pekan lalu terhadap Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG), yang dianggap Ankara sebagai perpanjangan dari gerilyawan Kurdi yang dilabeli teroris.

Amerika Serikat telah memberlakukan sanksi baru terhadap Turki, dalam upaya untuk menghentikan serangan ke Suriah, tetapi Ankara tidak menunjukkan tanda-tanda melunak atau menurunkan serangan.

"Kedaulatan, kemerdekaan, persatuan, dan integritas teritorial Suriah harus dihormati dan ditegakkan," kata Geng Shuang, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, dalam konferensi pers, Selasa (15/10/2019).

Baca juga: Uni Eropa Kecam Invasi Militer Turki di Suriah, Tapi Tolak Jatuhkan Embargo Senjata

"Kami menyerukan kepada Turki untuk menghentikan aksi militernya dan kembali mengambil langkah resolusi politik yang benar," lanjutnya, dikutip AFP.

Lebih lanjut Geng memperingatkan bahwa operasi militer yang dilakukan berisiko mendorong tahanan teroris untuk melarikan diri dan kelompok ISIS dapat memanfaatkan momen serangan itu untuk melakukan serangan pembalasan.

"Karenanya kami mendesak kepada Turki untuk mengambil tanggung jawab dan bersama dengan komunitas internasional memerangi terorisme," tambah Geng.

Namun Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa operasi militernya ke timur laut Suriah tidak akan berhenti sampai tujuannya tercapai.

Baca juga: Turki Bantah Serangannya terhadap Kurdi Suriah Meningkatkan Risiko Tahanan ISIS Kabur

Erdogan mengatakan 1.000 kilometer persegi dari wilayah Suriah sejauh ini telah dibebaskan dari organisasi teroris separatis.

Diberitakan sebelumnya, Erdogan juga menegaskan bahwa mereka tidak akan membiarkan anggota kelompok teroris ISIS melarikan diri keluar dari Suriah.

Erdogan menambahkan, negara Barat terlalu berlebihan karena khawatir operasi Turki bakal berdampak pada terjadinya aksi kabur massal dari anggota ekstremis itu.

"Kami akan memastikan tak ada anggota ISIS yang meninggalkan Suriah," tegas Erdogan dalam tulisannya di Wall Street Journal.

Baca juga: Erdogan: Tak Akan Ada Anggota ISIS yang Bakal Keluar dari Suriah

Turki juga mengungkapkan rencana membangun zona aman di wilayah Suriah utara, yang dapat menjadi tempat bagi kepulangan sebagian besar dari 3,6 juta pengungsi konflik Suriah yang kini ditampung di Turki.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wanita di China Lempar Anak Kucing karena Tak Dapat 'Refund' dari Toko Hewan

Wanita di China Lempar Anak Kucing karena Tak Dapat "Refund" dari Toko Hewan

Internasional
Bertemu Mahathir, Anwar Ibrahim Kembali Tegaskan akan Jadi PM Malaysia

Bertemu Mahathir, Anwar Ibrahim Kembali Tegaskan akan Jadi PM Malaysia

Internasional
Selamatkan Penumpang, Dokter Ini Isap 800 Ml Urine di Tengah Penerbangan

Selamatkan Penumpang, Dokter Ini Isap 800 Ml Urine di Tengah Penerbangan

Internasional
Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar atas Tuduhan Genosida Rohingya di Sidang PBB

Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar atas Tuduhan Genosida Rohingya di Sidang PBB

Internasional
Tolak Tawaran dari Perusahaan China, Tuvalu Mantap Mendukung Taiwan

Tolak Tawaran dari Perusahaan China, Tuvalu Mantap Mendukung Taiwan

Internasional
'Dibully' Teman Sekelas, Balasan Murid di Malaysia Bikin Kagum Netizen

"Dibully" Teman Sekelas, Balasan Murid di Malaysia Bikin Kagum Netizen

Internasional
Paduan Suara Muslim Thailand Lantunkan 'Doa Perdamaian' untuk Paus Fransiskus

Paduan Suara Muslim Thailand Lantunkan "Doa Perdamaian" untuk Paus Fransiskus

Internasional
Didakwa Korupsi, Perdana Menteri Israel Bersumpah Tidak Akan Mundur

Didakwa Korupsi, Perdana Menteri Israel Bersumpah Tidak Akan Mundur

Internasional
Terlalu Memperhatikan Anaknya, Ibu 17 Tahun Ini Ditembak Mati Tunangan

Terlalu Memperhatikan Anaknya, Ibu 17 Tahun Ini Ditembak Mati Tunangan

Internasional
Perdana Menteri Israel Didakwa Lakukan Korupsi

Perdana Menteri Israel Didakwa Lakukan Korupsi

Internasional
Bocah 12 Tahun Jadi Terdakwa Termuda Demonstrasi di Hong Kong

Bocah 12 Tahun Jadi Terdakwa Termuda Demonstrasi di Hong Kong

Internasional
Hanya Minta Uang Receh, Pengemis di Brasil Ditembak Mati

Hanya Minta Uang Receh, Pengemis di Brasil Ditembak Mati

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Israel Serang Iran di Suriah | Abu Sayyaf Sandera 3 Nelayan Indonesia

[POPULER INTERNASIONAL] Israel Serang Iran di Suriah | Abu Sayyaf Sandera 3 Nelayan Indonesia

Internasional
China Tuduh AS Berusaha 'Menghancurkan' Hong Kong lewat UU HAM dan Demokrasi

China Tuduh AS Berusaha "Menghancurkan" Hong Kong lewat UU HAM dan Demokrasi

Internasional
Berhubungan Seks dengan Remaja 17 Tahun di Mobil Patroli, Mantan Polisi Ini Ditangkap

Berhubungan Seks dengan Remaja 17 Tahun di Mobil Patroli, Mantan Polisi Ini Ditangkap

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X