Kompas.com - 03/10/2019, 13:14 WIB

Sebelumnya, Trump menyatakan bahwa investigasi yang dilakukan oleh oposisi merupakan bentuk "kudeta" terhadap kepemimpinannya.

Trump diselidiki dengan ancaman pemakzulan atas skandal telepon berdurasi sekitar 30 menit dengan Zelensky pada 25 Juli lalu.

Saat itu, Trump mendesak Zelensky guna membuka kembali kasus yang membelit putra petinggi Demokrat Joe Biden, Hunter.

Joe Biden merupakan calon penantang terkuatnya dalam bursa pemilihan presiden (Pilpres) yang berlangsung 2020 mendatang.

Dalam pernyataannya, Ketua DPR AS Nancy Pelosi yang juga berasal dari Demokrat menyebut Trump sudah menyalahgunakan kekuasaannya.

Baca juga: Mengenal Tokoh Kunci dalam Upaya Pemakzulan Trump

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.