Sosok "Whistleblower" yang Bikin Trump Terancam Dimakzulkan Masih Misteri

Kompas.com - 27/09/2019, 14:42 WIB
Ilustrasi whistleblower SHUTTERSTOCKIlustrasi whistleblower

Namun hal itu juga menunjukkan jika sosok whistleblower tersebut adalah seorang analis yang terampil dengan pengetahuan mendalam akan politik Eropa Timur, serta memiliki kontak kuat dengan Gedung Putih.

Whistleblower itu telah menunjuk pengacara Andrew Bakaj, pakar hukum keamanan nasional dan pengungkap fakta, yang membantunya mempersiapkan pengaduan pada 12 Agustus lalu kepada inspektur jenderal komunitas intelijen.

Seorang whistleblower dalam kasus federal mendapat perlindungan yang ketat di bawah undang-undang khusus yang mengatur para pejabat yang ingin melaporkan kesalahan yang dilakukan kolega maupun atasannya.

Baca juga: Trump Sebut Alasan Pemakzulan Dirinya adalah Sebuah Lelucon

Tetapi melindungi sosok seperti itu bisa sangat sulit. Bakaj telah mendapat persetujuan agar sosok whistleblower dapat muncul secara tertutup di hadapan DPR dan Komite Intelijen Senat guna menjawab pertanyaan seputar aduan yang diajukannya.

Sementara Trump telah meluncurkan penyelidikan terhadap serangan yang mengincar pribadinya, dia menuduh pelapor mengandalkan laporan sekunder dari orang lain dalam komunitas dan menyebabkan bias tentang presiden.

"Siapa yang disebut 'whistleblower' yang tidak mengetahui fakta sebenarnya. Diragukan apakah dia memihak kepada negara," tulis Trump dalam twitnya.

Pada Kamis (26/9/2019), Trump disebut sempat menyamakan sosok whistleblower dengan seorang yang hampir menjadi mata-mata.

"Mereka hampir menjadi mata-mata. Anda tahu apa yang biasa kita lakukan di masa lalu saat kita pintar? Benar? Mata-mata dan pengkhianatan, kita menanganinya dengan sedikit berbeda dari yang kita lakukan sekarang," ujarnya, menurut laporan Los Angeles Times.

Baca juga: Selain Trump, Ini 3 Presiden AS yang Pernah Menghadapi Pemakzulan

Tetapi banyak juga yang memuji sosok whistleblower yang disebut mempertaruhkan karier mereka dan bahkan mungkin keselamatan nyawa mereka dengan mengungkap identitas mereka.

"Saya ingin berterima kasih kepada sang whistleblower karena keberaniannya. Mereka tidak harus muncul," kata Adam Schiff, ketua Komite Intelijen Dewan AS.

Bakaj menolak mengonfirmasi laporan The New York Times yang menyebut kliennya adalah seseorang yang bekerja di CIA. Sebaliknya, dia mengecam surat kabar itu karena telah membahayakan sosok whistleblower tersebut.

"Setiap tindakan untuk melaporkan informasi mengenai identitas whistleblower sangat memprihatinkan dan ceroboh, karena dapat menempatkan individu itu dalam bahaya," kata Bakaj dikutip The New York Times.

"Whistleblower memiliki hak anonimitas," lanjutnya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

Internasional
Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Internasional
Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Internasional
2 Orang di China Meninggal akibat Virus Misterius Mirip SARS

2 Orang di China Meninggal akibat Virus Misterius Mirip SARS

Internasional
Dianggap Berdosa, Ibu Hamil dan 5 Anaknya Disiksa hingga Tewas

Dianggap Berdosa, Ibu Hamil dan 5 Anaknya Disiksa hingga Tewas

Internasional
Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

Internasional
Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Internasional
Iran Siap Bernegosiasi dengan Siapa Pun Kecuali AS

Iran Siap Bernegosiasi dengan Siapa Pun Kecuali AS

Internasional
Dituduh Selingkuh, Penis Pria di Ukraina Dipasang Penjepit Logam oleh Istri

Dituduh Selingkuh, Penis Pria di Ukraina Dipasang Penjepit Logam oleh Istri

Internasional
Trump Pilih Orang yang Makzulkan Bill Clinton sebagai Tim Pengacaranya

Trump Pilih Orang yang Makzulkan Bill Clinton sebagai Tim Pengacaranya

Internasional
Pemimpin Tertinggi Iran Pimpin Shalat Jumat untuk Pertama Kalinya dalam 8 Tahun

Pemimpin Tertinggi Iran Pimpin Shalat Jumat untuk Pertama Kalinya dalam 8 Tahun

Internasional
Bunuh Suami dengan Obat Tetes Mata, Wanita Ini Dipenjara 25 Tahun

Bunuh Suami dengan Obat Tetes Mata, Wanita Ini Dipenjara 25 Tahun

Internasional
Arab Saudi Bayar Rp 6,8 Triliun untuk Biaya Tempatkan Pasukan AS

Arab Saudi Bayar Rp 6,8 Triliun untuk Biaya Tempatkan Pasukan AS

Internasional
Seorang Pria Hilang, Diduga Tewas Dimakan Babi Peliharaannya

Seorang Pria Hilang, Diduga Tewas Dimakan Babi Peliharaannya

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X