Erdogan: Sekalian Saja Seluruh Dunia Tak Usah Punya Senjata Nuklir

Kompas.com - 25/09/2019, 18:47 WIB
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan AFP/Getty Images/Adem Altan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan

NEW YORK, KOMPAS.com - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menekankan, seharusnya seluruh dunia diizinkan punya senjata nuklir, atau tidak usah punya sekalian.

Dalam pidatonya di Sidang Umum PBB, dia memperingatkan "ketimpangan" di antara pemilik kekuatan nuklir bisa berujung pada ketidakseimbangan global.

Baca juga: Jika AS Ingin Gelar Perundingan Pelucutan Senjata Nuklir, Ini yang Diminta Korea Utara

Turki meneken Traktat Proliferasi Nuklir 1980 dan Perjanjian Larangan Tes Nuklir Komprehensif 1996 yang melarang segala bentuk uji coba.

Erdogan sebelumnya sempat mengungkapkan dia ingin negaranya mempunyai senjata nuklir sama seperti Israel, yang oleh pengamat disebut memilikinya.

Dilansir Reuters Selasa (24/9/2019), Israel menerapkan kebijakan ambigu. Tidak membantah namun juga tidak membenarkan kabar mereka mempunyai senjata pemusnah massal itu.

"Posisi kepemilikan senjata nuklir harusnya diizinkan bagi seluruh dunia, atau sekalian saja dunia tak punya," kata Erdogan di Sidang Umum PBB.

Dalam pidatonya, dia juga mendesak supaya dunia membantu mengamankan keamanan dan perdamaian di kota Suriah, Idlib.

Erdogan menerangkan, menerapkan "zona aman" di kota yang berada di kawasan utara Suriah itu bakal menyelamatkan banyak nyawa.

Saat ini, Turki menampung hingga 3,6 juta pengungsi Suriah, mengatur kawasan utara di mana 350.000 pengungsi diklaim sudah pulang.

Ankara berencana menempatkan satu juta pengungsi di sana, dan mengancam bakal membanjiri Eropa jika tak mendapat bantuan yang dibutuhkan.

Turki meradang ketika Amerika Serikat ( AS) mendukung pasukan Kurdi yang jadi garda terdepan melawan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Ankara menuding Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG) merupakan orrganisasi teroris, dan ingin mengenyahkan mereka dari perbatasan sejauh 400 kilometer.

Sebagai sekutu di NATO, Turki dan AS memulai patroli gabungan udara dan darat di sejumlah kawasan perbatasan dengan Suriah.

Tetapi Turki mengeluhkan Washington yang bergerak terlalu lambat untuk mendirikan zona aman guna mendorong Kurdi keluar dari perbatasan.

Baca juga: Erdogan Ancam Banjiri Eropa dengan Pengungsi Suriah, jika...



Sumber Reuters
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X