Kompas.com - 05/09/2019, 19:02 WIB

ANKARA, KOMPAS.com - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengancam, dia bakal membuka negaranya sehingga pengungsi Suriah membanjiri Eropa jika tak mendapat dukungan tambahan.

Saat ini, Turki merupakan rumah bagi 3,6 juta pengungsi Suriah. Mereka pun menyerukan adanya "zona aman" di kawasan timur laut sehingga pengungsi bisa kembali.

Baca juga: Pengungsi Korban Kerusuhan Jayapura Terima Bantuan Bahan Pokok

Dalam pidatonya yang disiarkan televisi, Erdogan mengatakan dia berharap dunia internasional bisa memberikan dukungan sehingga zona aman itu terlaksana.

"Jika tidak, kami terpaksa membuka pintu. Silakan Anda memberi dukungan. Maaf, kami tidak bisa menampung lebih banyak," ujarnya dikutip AFP Kamis (5/9/2019).

Apakah kami harus menanggung beban ini sendirian?" tanyanya. Erdogan mengeluh Turki sudah menggelontorkan 40 miliar dollar AS, atau sekitar Rp 565,8 triliun.

Dia pun mengkritik Eropa, dalam hal ini Uni Eropa, karena gagal memenuhi janji yang mereka ucapkan sendiri terkait penanganan pengungsi Suriah.

Berdasarkan perjanjian 2016, Uni Eropa menjanjikan setidaknya 6 miliar euro, sekitar Rp 84,8 triliun, sebagai ganti pengawasan ketata Turki agar pengungsi tak masuk Eropa.

Tetapi presiden berusia 65 tahun itu menyebut, organisasi Benua Biru tersebut baru menggelontorkan 3 miliar euro, atau sekitar Rp 42,4 triliun.

"Jika tidak, maka dengan sangat terpaksa kami harus membuka negara kami, dan membiarkan pengungsi masuk Eropa demi mendapatkan dukungan internasional," katanya.

Mantan Perdana Menteri Turki itu mengatakan, dia takut jumlah pengungsi bakal bertambah karena pasukan rezim mulai bergerak menuju benteng pemberontak di Idlib.

Sebagai bentuk tekanan terhadap Amerika Serikat (AS), yang juga terlibat dalam patroli gabungan, Erdogan berkata negaranya ingin kawasan itu terbentuk di akhir September.

Dia menambahkan sekitar 350.000 pengungsi Suriah sudah kembali dengan penjagaan ketat Turki sejak serangan yang terjadi pada 2016 dan 2018 lalu.

"Tujuan utama kami adalah setidaknya satu juta saudara dan saudari Suriah kami bisa kembali ke zona aman dengan cakupan 450 kilometer," pungkasnya.

Baca juga: Erdogan Tak Terima Turki Tidak Punya Senjata Nuklir

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.